Pemkot Pangkalpinang Berhasil Turunkan Angka Stunting, 211 Balita Ditangani Sepanjang 2025

Pemerintah Kota Pangkalpinang menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan stunting, berhasil menurunkan angka kasus pada 2025 dengan menangani 211 balita.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Pangkalpinang Berhasil Turunkan Angka Stunting, 211 Balita Ditangani Sepanjang 2025
Pemerintah Kota Pangkalpinang berhasil menangani 211 balita stunting pada tahun 2025, menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Simak strategi Pemkot dalam Penanganan Stunting Pangkalpinang. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Pangkalpinang terus menunjukkan upaya serius dalam mengatasi masalah gizi buruk di wilayahnya. Sepanjang tahun 2025, Pemkot Pangkalpinang telah berhasil menangani sebanyak 211 balita yang teridentifikasi stunting. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menekan prevalensi stunting di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Keberhasilan ini tercermin dari penurunan angka kasus stunting dibandingkan tahun sebelumnya. Data terbaru menunjukkan adanya progres positif dalam upaya peningkatan kesehatan dan gizi anak-anak di Pangkalpinang. Penanganan ini juga menjadi bagian integral dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

Berbagai program inovatif dan berkelanjutan telah digulirkan untuk mencapai target tersebut. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penanganan kasus yang sudah ada, tetapi juga pada upaya pencegahan sejak dini.

Data Penurunan Stunting di Pangkalpinang

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi, menyampaikan kabar baik terkait penurunan angka stunting. Menurutnya, kasus stunting pada tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan efektivitas program yang telah dijalankan oleh pemerintah kota.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), jumlah kasus stunting di Kota Pangkalpinang selama 2025 tercatat sebanyak 211 balita. Angka ini setara dengan 17,3 persen dari total balita di daerah tersebut. Persentase ini menurun dari 20,7 persen yang tercatat pada tahun 2024.

Penurunan angka ini menjadi indikator positif dalam upaya pemerintah daerah. Agustu Afendi menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus berupaya menekan angka stunting. Selain itu, pemerintah juga berfokus pada penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Program Inovatif Pemkot Tangani Stunting

Dalam upaya menekan angka kasus stunting, Pemkot Pangkalpinang mengoptimalkan berbagai program sepanjang tahun 2025. Salah satu program unggulan adalah Gerakan Sedekah Telur. Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak dari keluarga yang berisiko stunting.

Selain itu, pemerintah kota juga lebih gencar melaksanakan Gerakan Cegah Stunting (Genting). Ada pula Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang melibatkan partisipasi masyarakat. Program-program ini dirancang untuk memberikan dukungan nutrisi dan edukasi kepada keluarga.

Pemberian makanan tambahan juga menjadi fokus utama dalam strategi penanganan stunting. Bantuan makanan tambahan ini diberikan secara rutin di seluruh puskesmas yang ada di Pangkalpinang. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan dan mencegah stunting sejak dini.

Agustu Afendi menambahkan bahwa penurunan kasus stunting juga didukung oleh program pemerintah lainnya. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berkontribusi dalam hal ini. Program MBG tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dampak langsung dari program ini terlihat pada penurunan angka stunting di Pangkalpinang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi