Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, secara signifikan menaikkan alokasi dana untuk setiap Rukun Tetangga (RT) di wilayahnya. Kenaikan ini membawa anggaran per RT dari sebelumnya Rp50 juta menjadi Rp150 juta per tahun, sebuah langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal.
Kebijakan progresif ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kukar dalam mendorong RT agar menjadi garda terdepan pembangunan di tingkat komunitas. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyatakan bahwa peningkatan anggaran ini diharapkan dapat menangani berbagai persoalan lingkungan, memfasilitasi kegiatan sosial kemasyarakatan, dan memberdayakan ekonomi warga RT secara lebih efektif.
Program yang dikenal dengan nama "RT-Ku Terbaik" ini telah resmi diluncurkan pada Selasa, 23 Juni 2026, dan mulai berlaku efektif tahun ini. Dengan total 3.134 RT tersebar di 193 desa dan 44 kelurahan, Pemkab Kukar mengalokasikan anggaran mencapai Rp470,1 miliar untuk program ini, menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan berbasis komunitas.
Advertisement
Advertisement
Mendorong UMKM dan Ekonomi Kerakyatan Melalui Dana RT Kukar Rp150 Juta
Peningkatan anggaran program RT-Ku Terbaik ini secara spesifik dirancang untuk membuka peluang kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat RT. Meskipun dana tersebut tidak dapat diberikan langsung sebagai pinjaman pribadi, mekanismenya memungkinkan penggunaan dana sebagai stimulan ekonomi yang kuat.
Dana ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai inisiatif seperti pelatihan kewirausahaan, penyediaan modal kelompok, pengadaan alat produksi, pengembangan kemasan produk, hingga akses pasar. Syarat utamanya adalah bahwa pemanfaatan dana harus melalui musyawarah warga RT dan berbentuk usaha kelompok atau usaha bersama, bukan untuk kepentingan individu.
Langkah ini sejalan dengan Peraturan Bupati Kukar Nomor 10 Tahun 2026 tentang Program RT-Ku Terbaik. Peraturan tersebut menggariskan bahwa dana ini dapat digunakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas pemuda atau kelompok rentan.
Advertisement
Advertisement
Transparansi dan Inovasi Pelayanan Publik
Bupati Aulia Rahman Basri menekankan pentingnya pengawasan melekat terhadap pemanfaatan Dana RT Kukar Rp150 Juta. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang digelontorkan benar-benar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Pengawasan yang ketat diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan dan memaksimalkan dampak positif program bagi masyarakat.
Bersamaan dengan peluncuran program RT-Ku Terbaik, Pemkab Kukar juga memperkenalkan dua aplikasi inovatif lainnya. Yang pertama adalah aplikasi Siap Kerja, sebuah platform digital yang mengusung konsep "Job Fair Every Day". Aplikasi ini mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara daring, menyediakan informasi lowongan, pendaftaran, hingga pelatihan keterampilan hidup tanpa harus menunggu bursa kerja konvensional.
Aplikasi kedua adalah Aduan Masyarakat, yang memungkinkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan, aspirasi, atau laporan terkait pelayanan publik. Sistem ini dirancang untuk memantau langsung perkembangan tindak lanjut oleh perangkat daerah, dengan transparansi penuh bagi pelapor dan pemerintah daerah sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.
Advertisement
Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemkab Kukar dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan kualitas pelayanan publik. Dengan kombinasi peningkatan anggaran di tingkat RT dan inovasi digital, diharapkan pembangunan di Kutai Kartanegara dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Sumber: AntaraNews