Kabar Baik! Lima Desa di Sigi Berhasil Capai Zero Kasus Stunting, Angka Penurunan Stunting Sigi Terus Melaju
Pemerintah Kabupaten Sigi mencatat lima desa berhasil bebas stunting, menunjukkan progres signifikan dalam upaya Penurunan Stunting Sigi. Simak detail pencapaian ini!
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengumumkan kabar gembira terkait upaya Penurunan Stunting Sigi. Terdapat lima desa di wilayah tersebut yang kini telah bebas dari kasus stunting. Pencapaian ini merupakan hasil dari intervensi berkelanjutan yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait.
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menjelaskan bahwa kelima desa tersebut tersebar di dua kecamatan berbeda. Desa-desa yang berhasil mencapai status zero stunting adalah Desa Mamu, Mapahi, dan Tuwo Tani Jaya di Kecamatan Pipikoro, serta Desa Tanah Harapan dan Sarumana di Kecamatan Palolo.
Data terbaru menunjukkan adanya penurunan angka stunting yang signifikan di Kabupaten Sigi. Penurunan ini tercatat sebesar 2,37 persen dalam periode Februari hingga Agustus 2025. Jumlah anak penderita stunting berhasil ditekan dari 2.119 anak menjadi 1.731 anak.
Pencapaian Lima Desa Bebas Stunting dan Penurunan Angka Nasional
Keberhasilan lima desa di Kabupaten Sigi dalam mencapai status bebas stunting menjadi sorotan utama dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Desa Mamu, Mapahi, dan Tuwo Tani Jaya di Kecamatan Pipikoro, serta Desa Tanah Harapan dan Sarumana di Kecamatan Palolo, menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi permasalahan gizi.
Samuel Yansen Pongi menyampaikan bahwa pada Februari 2025, angka stunting di Sigi berada di angka 13,92 persen. Namun, berkat intervensi yang intensif selama enam bulan, angka tersebut berhasil turun menjadi 11,55 persen pada Agustus 2025.
Penurunan ini tidak hanya sekadar angka, melainkan juga berarti berkurangnya jumlah anak-anak penderita stunting secara nyata. Dari 2.119 anak yang teridentifikasi stunting, kini hanya tersisa 1.731 anak yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Tren Kasus Stunting di Sigi: Tantangan dan Keberhasilan
Kabupaten Sigi telah menunjukkan tren penurunan kasus stunting yang konsisten dari tahun 2021 hingga 2023. Hal ini mencerminkan efektivitas program-program yang telah dijalankan sebelumnya. Namun, pada tahun 2024, terjadi sedikit kenaikan kasus stunting.
Wakil Bupati Sigi mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, angka stunting sempat naik sebesar 6,6 persen, dari 26,4 persen menjadi 33 persen. Kenaikan ini menjadi tantangan baru bagi Pemerintah Kabupaten Sigi.
Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Sigi berhasil merespons dengan cepat dan efektif. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, pada tahun 2025, kasus stunting di Sigi kembali turun drastis sebesar 21,45 persen, dari 33 persen menjadi 11,55 persen.
Pencapaian ini membawa Kabupaten Sigi naik peringkat dalam penanganan stunting di Sulawesi Tengah, dari posisi ke-12 menjadi posisi ke-9.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Menuju Zero Stunting
Pencapaian signifikan dalam Penurunan Stunting Sigi tidak lepas dari peran aktif berbagai pihak. Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target zero stunting di masa depan.
Upaya penurunan stunting membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, dan partisipasi aktif masyarakat. Setiap elemen memiliki peran krusial dalam memastikan program intervensi berjalan optimal.
Melalui sinergi yang kuat, diharapkan Kabupaten Sigi dapat terus mempertahankan momentum positif ini. Tujuan akhir adalah menciptakan generasi penerus yang sehat dan bebas stunting, demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Sigi.
Sumber: AntaraNews