Pemkab Donggala Tingkatkan Kompetensi Guru Melalui Program Google for Education
Sebanyak 520 guru di Kabupaten Donggala mengikuti Program Google for Education, sebuah inisiatif Pemkab Donggala dan Google Indonesia untuk meningkatkan kompetensi digital pengajar secara berstandar internasional.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), tengah gencar mendorong peningkatan kompetensi guru melalui Program Google for Education. Sebanyak 520 guru dari 16 sekolah di wilayah tersebut telah berhasil lolos seleksi ketat untuk mengikuti program pelatihan berstandar internasional ini. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan Donggala.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, menjelaskan bahwa awalnya ada 1.400 guru yang mendaftar. Namun, hanya 520 guru yang dinyatakan lolos ke tahap berikutnya setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat dengan standar khusus dari Google. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Google Indonesia, menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan kualitas pendidikan.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan para pendidik dan tenaga kependidikan, memastikan mereka memiliki keterampilan digital yang relevan di era modern. Dengan demikian, diharapkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Donggala dapat terus meningkat. Program ini juga menjadi langkah awal menuju digitalisasi pendidikan yang lebih komprehensif di seluruh jenjang sekolah.
Peningkatan Kompetensi Guru Berstandar Internasional
Program Google for Education ini memiliki fokus utama pada peningkatan kompetensi guru dengan standar internasional yang diakui secara global. Ansyar Sutiadi menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan. Hal ini diharapkan dapat memastikan bahwa guru-guru di Donggala selalu relevan dengan perkembangan teknologi dan metodologi pengajaran terkini.
Sertifikasi Google yang diperoleh melalui program ini memiliki bobot internasional, yang berarti kompetensi digital para tenaga pendidik akan diakui secara luas. Saat ini, Kabupaten Donggala baru memiliki satu guru yang bersertifikat Google Certified Trainer (GCT), yaitu Andi Fahrul. Keberadaan GCT ini menjadi aset berharga dalam membimbing guru-guru lain di daerah tersebut.
Melalui program ini, guru-guru akan dibekali dengan berbagai fitur pembelajaran digital yang inovatif. Penggunaan alat-alat seperti Google Workspace for Education diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan efektif. Ini adalah langkah konkret Pemkab Donggala dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan di masa depan yang semakin digital.
Implementasi Bertahap dan Visi Sekolah Referensi Google
Implementasi Program Google for Education di Kabupaten Donggala akan dilakukan secara bertahap, menjangkau berbagai jenjang pendidikan. Ansyar Sutiadi menyebutkan bahwa program ini akan diterapkan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tahap awal program saat ini berfokus pada pemetaan kemampuan guru sebelum diterapkan secara menyeluruh di masing-masing sekolah.
Tujuan akhir dari program ambisius ini adalah menjadikan sekolah-sekolah di Donggala sebagai sekolah referensi Google. Ini berarti sekolah-sekolah tersebut akan menjadi contoh dalam pemanfaatan teknologi Google untuk pembelajaran yang efektif dan inovatif. Visi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan pendidikan.
Dengan total 503 sekolah di Donggala, yang terdiri dari 376 SD dan 127 SMP, potensi dampak program ini sangat besar. Penggunaan fitur pembelajaran digital diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga efisiensi administrasi sekolah. Transformasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif dan siap menghadapi era digital.
Sumber: AntaraNews