Pemkab Barito Utara Perkuat Digitalisasi Pendidikan Menuju Sekolah Rujukan Google
Pemerintah Kabupaten Barito Utara serius memperkuat digitalisasi pendidikan melalui program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) di SMPN 1 Muara Teweh, meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pendidikan setempat, secara aktif memperkuat upaya digitalisasi di SMPN 1 Muara Teweh. Langkah strategis ini bertujuan menjadikan sekolah tersebut sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) yang telah dimulai sejak Maret 2025.
Inisiatif ini merupakan bagian integral dari transformasi pendidikan berbasis digital yang terus didorong di wilayah Barito Utara. Peningkatan kualitas pembelajaran menjadi fokus utama dalam program ini, sejalan dengan kebutuhan era modern.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah diwujudkan melalui berbagai strategi konkret, termasuk optimalisasi penggunaan Google Workspace dan sertifikasi guru. Hal ini dilakukan untuk memastikan kompetensi pendidik sejalan dengan perkembangan teknologi dan mampu menghadirkan inovasi di kelas.
Komitmen Pemerintah Daerah dalam Transformasi Digital
Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin A Surapati, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program KSRG. Ia menyatakan bahwa program ini dipandang sebagai bagian krusial dari transformasi pendidikan digital yang harus terus didorong di daerah.
Dukungan konkret pemerintah daerah diwujudkan melalui alokasi 87 unit Chromebook pada tahun anggaran 2026. Bantuan perangkat keras ini diharapkan dapat menunjang transformasi pembelajaran berbasis digital secara efektif di SMPN 1 Muara Teweh.
Syahmiludin juga menekankan pentingnya sertifikasi guru dan optimalisasi Google Workspace. Menurutnya, langkah-langkah ini fundamental untuk meningkatkan kompetensi para pendidik dalam mengimplementasikan kurikulum dan metode pembelajaran digital.
Persiapan Intensif Menuju Sekolah Rujukan Google
SMPN 1 Muara Teweh telah menunjukkan progres signifikan dalam tahapan seleksi KSRG. Pada Februari 2026, sekolah ini telah merampungkan pengisian dokumen serta pembuatan video profil yang diperlukan sebagai bagian dari tahapan seleksi.
Tahapan selanjutnya adalah wawancara dengan asesor Google, yang dijadwalkan berlangsung setelah Idul Fitri 2026. Dengan berbagai persiapan matang yang telah dilakukan, SMPN 1 Muara Teweh optimistis mampu melewati seleksi ini.
Penilaian KSRG sendiri menitikberatkan pada keaktifan penggunaan Google Workspace dalam proses pembelajaran. Selain itu, inovasi yang dilakukan guru di kelas juga menjadi poin penting dalam evaluasi untuk menentukan kelayakan sekolah.
Inovasi Pembelajaran dan Peran Guru di Era Digital
Kepala SMPN 1 Muara Teweh, Maslan, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam mendorong kemajuan sekolah. Ia mengakui bahwa proses memajukan sekolah bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan tekad dan niat yang kuat, keberhasilan dapat diraih.
Maslan menegaskan bahwa kualitas sekolah tidak hanya diukur dari fisik bangunan atau jumlah tenaga pendidik. Lebih dari itu, mutu lulusan yang dihasilkan menjadi tolok ukur utama, memastikan anak-anak mampu bersaing di jenjang pendidikan selanjutnya.
Guru memiliki peran krusial dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang menyenangkan dan membahagiakan siswa. Selain itu, guru juga bertanggung jawab membimbing siswa menghadapi tantangan era digital yang penuh, termasuk dalam mengantisipasi dampak negatif media sosial dan pengaruh paham menyimpang.
Sumber: AntaraNews