Banyuwangi Smart City: Transformasi Inklusif Menuju Kota Cerdas dan Berkelanjutan
Banyuwangi terus melangkah menjadi kota cerdas yang inklusif, hijau, inovatif, dan berkelanjutan, dengan program Smart Kampung yang diakui di Jaringan Kota Pintar ASEAN (ASCN).
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus menunjukkan komitmen kuat dalam bertransformasi menjadi kota cerdas. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga mengedepankan aspek inklusif, hijau, inovatif, serta berkelanjutan. Langkah progresif ini bahkan telah menarik perhatian di tingkat regional ASEAN.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan bahwa Banyuwangi baru-baru ini diundang oleh Kementerian Dalam Negeri untuk memaparkan program Smart Kampung. Paparan ini dilakukan dalam rapat koordinasi persiapan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting di Filipina. Kehadiran Banyuwangi dalam forum tersebut menunjukkan pengakuan atas upaya daerah dalam pengembangan kota pintar.
Progres yang dipaparkan oleh Banyuwangi diharapkan menjadi salah satu praktik baik penerapan Smart City pada pertemuan tahunan ASCN yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli mendatang. Partisipasi ini membuka peluang besar bagi Banyuwangi untuk memperluas jejaring dan kolaborasi di kancah internasional.
Smart Kampung: Inovasi Pelayanan Publik di Tingkat Desa
Program Smart Kampung merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Banyuwangi Smart City. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Banyuwangi, Budi Santoso, menjelaskan bahwa program ini adalah pengembangan desa terintegrasi. Smart Kampung memadukan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan berbagai sektor vital.
Integrasi TIK ini mencakup kegiatan ekonomi produktif dan kreatif, peningkatan pendidikan dan kesehatan, serta efisiensi pelayanan publik. Lebih lanjut, program ini juga secara aktif mendukung upaya pengentasan kemiskinan di tingkat desa. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem desa yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Menurut Budi Santoso, Smart Kampung dirancang untuk memudahkan akses pelayanan publik hingga ke tingkat desa. Hal ini dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat lokal. Pada akhirnya, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi warga secara menyeluruh.
Banyuwangi di Jaringan Kota Pintar ASEAN (ASCN)
Jaringan Kota Pintar ASEAN (ASEAN Smart Cities Network/ASCN) adalah organisasi kolaboratif yang penting bagi negara-negara anggota ASEAN. Organisasi ini dibentuk untuk mendorong pembangunan perkotaan yang cerdas, berkelanjutan, dan inklusif di seluruh kawasan. Keikutsertaan Banyuwangi menjadi bukti nyata komitmen daerah terhadap standar internasional.
Bupati Ipuk Fiestiandani menekankan bahwa ASCN membuka peluang perluasan jejaring kerja sama yang lebih konkret bagi Banyuwangi. Kolaborasi ini dapat terjalin dengan kota-kota anggota ASCN lainnya, sektor swasta, mitra pembangunan, bahkan melalui skema sister city. Ini adalah kesempatan emas untuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Bagi Banyuwangi, ASCN tidak hanya berfungsi sebagai forum berbagi pengalaman, tetapi juga sebagai pintu untuk membuka kolaborasi nyata. Area kerja sama meliputi bidang pelayanan publik, ekonomi digital, pengelolaan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi baru. Semua ini bertujuan untuk mendukung tata kelola kota cerdas yang lebih efektif dan inovatif.
Transformasi Digital dan Ekonomi Inklusif
Visi Banyuwangi Smart City melampaui sekadar digitalisasi layanan publik. Program ini secara aktif mendorong pengembangan ekonomi digital di seluruh lapisan masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
UMKM didorong untuk lebih adaptif dalam mengembangkan ekosistem digital mereka. Ini mencakup berbagai aspek penting seperti promosi produk secara daring, strategi pemasaran online yang efektif, serta pencatatan usaha yang terdigitalisasi. Inisiatif ini membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain itu, program ini juga menggalakkan transaksi nontunai di kalangan UMKM. Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi, tetapi juga mengintegrasikan mereka ke dalam ekosistem ekonomi digital yang lebih modern. Dengan demikian, Banyuwangi berupaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.
Sumber: AntaraNews