Menteri Abdul Mu'ti Apresiasi Terobosan Pendidikan Banyuwangi yang Inovatif
Terobosan Pendidikan Banyuwangi mendapat pujian dari Menteri Abdul Mu'ti. Berbagai program kreatif dan strategis telah diluncurkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai terobosan inovatif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Jawa Timur. Pujian tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung khidmat dan sangat meriah di Banyuwangi.
Menteri Mu'ti secara khusus menyoroti program-program strategis yang menyasar layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung. Inisiatif ini memastikan setiap anak memiliki kesempatan setara untuk mengenyam pendidikan. Kehadiran Menteri dalam acara Hardiknas menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap inovasi pendidikan di daerah.
Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi yang konsisten menjadi bukti nyata keberhasilan program-program ini. IPM Banyuwangi mencapai 75,17 pada tahun 2025, angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Capaian ini melampaui angka 74,3 pada 2024, 73,79 pada 2023, 73,15 pada 2022, dan 72,62 pada 2021, mencerminkan dampak positif dari Terobosan Pendidikan Banyuwangi.
Inovasi Program Pendidikan untuk Semua
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa daerahnya memiliki sejumlah program kreatif sebagai bagian dari Terobosan Pendidikan Banyuwangi. Program-program ini dirancang khusus untuk memastikan anak-anak usia sekolah tetap melanjutkan pendidikannya. Komitmen ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan generasi yang cerdas dan berdaya saing.
Salah satu program unggulan adalah Gerakan Daerah Dukungan Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). Program ini berfokus mengidentifikasi anak-anak yang putus sekolah. Selanjutnya, Garda Ampuh membantu mereka kembali ke bangku sekolah melalui berbagai skema dukungan.
Selain itu, terdapat program siswa asuh sebaya yang menunjukkan solidaritas antar pelajar. Siswa-siswa dari keluarga mampu menyisihkan sebagian uang saku mereka. Dana terkumpul kemudian digunakan untuk membantu siswa kurang mampu membeli kebutuhan sekolah, seperti sepeda atau kacamata, bahkan untuk siswa dari sekolah lain.
Pendidikan Holistik: Mengembangkan Potensi Seni dan Budaya
Banyuwangi tidak hanya berfokus pada aspek akademis dalam pendidikan. Daerah ini juga mengintegrasikan potensi anak-anak dalam bidang seni, budaya, dan lainnya. Pendekatan holistik ini bertujuan membentuk pribadi yang seimbang dan berkarakter.
Keterlibatan siswa dalam setiap agenda seni dan budaya menjadi bagian penting dari kurikulum. Hal ini terlihat dari partisipasi mereka dalam pertunjukan massal Kuntulan Ewon. Pertunjukan ini merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya lokal yang melibatkan generasi muda.
Integrasi seni dan budaya dalam pendidikan memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri. Mereka dapat mengembangkan bakat non-akademis yang mungkin tidak terwadahi di kelas. Ini juga menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa.
Sumber: AntaraNews