Puluhan ribu paket sembako telah disalurkan kepada keluarga miskin di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melalui Gerakan Sosial Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi Berbagi. Penyaluran bantuan ini berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi merupakan inisiatif sosial rutin yang diadakan setiap bulan. Program ini telah berjalan secara konsisten selama dua tahun terakhir, menunjukkan komitmen bersama dalam kepedulian sosial.
"Ini merupakan gerakan rutin yang telah kami lakukan bersama-sama sejak 2024," kata Bupati Ipuk. "Kami dorong ASN untuk terus melakukan aksi sosial, berbagi rezeki untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu."
Advertisement
Advertisement
Konsistensi dan Dampak Sosial Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi
Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi secara konsisten menyalurkan puluhan ribu paket sembako setiap bulan kepada keluarga miskin yang membutuhkan. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan berkelanjutan dan meringankan tekanan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu di Banyuwangi.
Menurut Bupati Ipuk, penerima bantuan adalah keluarga miskin yang datanya telah terintegrasi dalam aplikasi Smart Kampung. Data ini bersumber dari desil satu Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial, memastikan bantuan tepat sasaran.
Bupati Ipuk berharap bahwa melalui program yang berkelanjutan ini, ditambah dengan berbagai inisiatif pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan lainnya, jumlah penduduk miskin di Banyuwangi akan berkurang secara signifikan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi komprehensif pemerintah daerah.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Lintas Sektor untuk Pengentasan Kemiskinan
Selain melibatkan para ASN, program Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi juga mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak. Keterlibatan lintas sektor ini mencakup kepolisian, TNI, BUMN, BUMD, para pengusaha, hingga organisasi profesi di Banyuwangi.
Bupati Ipuk menegaskan bahwa program ini bersifat terbuka dan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif. "Program Banyuwangi Berbagi ini terbuka, kami mengajak dan memberikan kesempatan semua pihak bisa terlibat," ujarnya.
Kolaborasi multipihak ini krusial karena penanganan kemiskinan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah sendiri. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan pengentasan kemiskinan yang lebih efektif dan menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Penurunan Angka Kemiskinan yang Signifikan di Banyuwangi
Berkat berbagai program yang digulirkan oleh Bupati Ipuk, termasuk Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi, angka kemiskinan di Banyuwangi terus menunjukkan tren penurunan setiap tahunnya. Ini mencerminkan efektivitas kebijakan dan implementasi program di lapangan.
Data menunjukkan penurunan angka kemiskinan yang signifikan: dari 8,07 persen pada tahun 2021, turun menjadi 7,51 persen pada tahun 2022, kemudian kembali turun menjadi 7,34 persen pada tahun 2023, dan mencapai 6,8 persen di tahun 2024. Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras bersama.
Pada tahun 2025, angka kemiskinan Banyuwangi tercatat mencapai 6,13 persen, yang merupakan angka terendah sepanjang sejarah daerah. Penurunan drastis ini menunjukkan dampak positif dari program-program sosial dan pemberdayaan ekonomi yang telah dilaksanakan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews