Datangi Solo, Roy Suryo, Dokter Tifa dan Refly Harun Ajak Warga Bersihkan Geng Solo
Ketiga orang yang gigih mempermasalahkan keaslian ijazah Jokowi itu menggelar acara diskusi bedah buku berjudul 'Jokowi's White Paper' di Gedung Umat Islam.
Tiga tokoh yang dikenal berseberangan dengan Joko Widodo (Jokowi) tiba-tiba mendatangi kota kelahiran presiden ketujuh RI, Solo, Jumat (3/10). Mereka adalah ahli telematika Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dan Refly Harun.
Ketiga orang yang gigih mempermasalahkan keaslian ijazah Jokowi itu menggelar acara diskusi bedah buku berjudul 'Jokowi's White Paper' di Gedung Umat Islam, Kartopuran, Solo. Kepada peserta diskusi, selain menceritakan isi buku Jokowi's White Paper, Roy juga mengajak peserta diskusi untuk membersihkan Kota Bengawan dari sebutan 'Geng Solo'.
"Kita akan memberikan oleh-oleh, cerita yang manis untuk warga Solo. Mari kita angkat kembali, kita murnikan, karena yang bisa memurnikan memang hanya warga Solo. Jadi saya mengajak, kalau kita tidak ingin disebut bagian dari 'Geng Solo' kita bersihkan Kota Solo ini dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Sebersih bersihnya," ungkap Roy.
Sementara Tifa mengatakan, ada 100 kota yang akan dikunjungi dalam rangka bedah buku Jokowi's White Paper bersama Roy Suryo.
"Rencana kami ada di 100 kota. Jadi ini kami roadshow-nya dari Solo, kemudian kami ke Malang, Medan dan dilanjutkan nanti juga ke Jawa Tengah barat yaitu di Purwokerto, Purbalingga, Cilacap, dan insya Allah Salatiga," kata Tifa.
Lanjut Tifa, nantinya buku tersebut juga akan dihadiahkan untuk perpustakaan seluruh komisi dan fraksi yang ada di DPR RI. Roy menambahkan, buku Jokowi's White Paper yang ia bawa merupakan penelitian mengenai ijazah milik Jokowi yang diyakininya palsu.
"Kami RRT (Roy Suryo, Rismon dan Tifa) sudah menunaikan tugas kami untuk melakukan penelitian terkait dengan ijazah dari Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia ke-7. Jadi perjalanan kami untuk membongkar keaslian dari ijazah Joko Widodo sudah selesai. Kami sebagai akademisi, sebagai peneliti, sudah menjalankan tugas kami," ungkap Roy.
"Setelah penelitian ini selesai dan kemudian simpulkan bisa didapatkan secara scientific based secara kajian ilmiah, ijazah Jokowi 99,99% palsu. Untuk itu maka temuan kami tidak hanya berhenti sampai di sini. Sebab apa artinya kalau cuma kami saja yang tahu, karena yang punya hak untuk tahu tentang keaslian ijazah Jokowi itu seluruh rakyat Indonesia. Maka kami merasa cukup efektif kalau salah satu sosialisasi atau persebaran dari hasil penelitian ini adalah salah satunya ya medianya itu buku," pungkasnya.