Pengakuan Lengkap Roy Suryo Usai Diperiksa Polda Metro Buntut Pencemaran Baik Ijazah Palsu Jokowi

Roy Suryo mengaku dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Pengakuan Lengkap Roy Suryo Usai Diperiksa Polda Metro Buntut Pencemaran Baik Ijazah Palsu Jokowi
Roy Suryo, Selesaikan Gaby Dengan Ilmiah (@ 2024 merdeka.com)

Pakar telematika, Roy Suryo akhirnya rampung menjalani pemeriksaan peyidik Polda Metro Jaya buntut laporan pencemaran nama baik yang dilaporkan langsung Presiden ke-7 Joko Widodo buntut tudingan dari ijazah palsunya. Roy Suryo mengaku dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik.

"Saya ada 85 pertanyaan dengan 55 halaman, maka bisa diselesaikan dengan sangat cepat," kata Roy di Polda Metro Jaya kepada wartawan, Senin (7/7).

Selama pemeriksaan berlangsung, Roy menegaskan tidak menjawab pertanyaan penyidik khususnya perihal tudingan ijazah palsu Jokowi. Menurutnya dari laporan yang dilayangkan Jokowi, penyidik tidak jelas menerangkan lokasi dan waktunya terjadinya dugaan penghinaan yang dialami oleh Presiden ke-7 itu.

"Cuman seputar identitas saja yang saya jawa, yang lain (ijazah Jokowi) karena enggak ada hubungannya enggak saya jawab. Mankanya prosesnya (pemeriksaan) singkat karena mereka enggak punya legal standing tempus dan locusnya," ucap dia.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu juga menyoroti laporan yang dilayangkan oleh beberapa pihak tudingan ijazah palsu Jokowi. Beberapa laporan tersebut diantaranya ada dugaan penghasutan oleh Roy Suryo Cs menuding palsu Ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi.

"Jadi harus ada korban yang dihasut dan yang dihasut itu membuat kerusuhan atau membuat keonaran secara nyata," terang dia.

"Mereka lima pihak itu tidak ada legal standing-nya, apalagi mereka mengatasnamakan, ada yang mengatasnapakan pengacara. Itu kan aneh, pengacara kok malah lapor, jadi itu sama sekali diluar nurul ya," Roy menambahkan.

Roy Suryo Teliti Barang Bukti Kekerasan AM dan MZ
Roy Suryo Teliti Barang Bukti Kekerasan AM dan MZ @ 2024 merdeka.com

Sebelumnya, Presiden RI ke-7, Joko Widodo membuat laporan dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu. Laporan itu dibuat di Polda Metro Jaya pada Rabu 30 April 2025.

Dalam laporannya, Jokowi menilai ada pernyataan yang ia anggap mencemarkan nama baiknya perihal tuduhan ijazah palsu.

"Pada tanggal 26 Maret 2025, JW di sekitar Karet, Kuningan mulai mengetahui adanya video melalui medsos berisi pernyataan fitnah dan pencemaran nama baik dengan pernyataan ijazah palsu S1 universitasi milik pelapor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis (15/5).

Ade Ary menerangkan, JW kemudian meminta ajudan dan kuasa hukumnya untuk mengumpulkan bukti-bukti dari berbagai media sosial. Dia juga mengidentifikasi orang-orang yang ada di konten tersebut. Ade Ary menyebut antara lain RHS, RSN, TT, ES, dan KTR.

"JW mengingatkan kepada pihak yang membuat pernyataan dan konten berisi fitnah dan pencemaran nama baik tersebut, sebagaimana yang dinyatakan diantaranya oleh RHS, RSN, TT, ES, KTR," ujar dia.

Rekomendasi