Bukan Hanya Menindak! Densus 88 dan Kementan Gelar Pelatihan Eks Napiter Pengolahan Susu, Wujud Pembinaan Masyarakat
Densus 88 AT Polri berkolaborasi dengan Kementan mengadakan Pelatihan Eks Napiter dalam pengolahan susu dan juru sembelih halal. Ini adalah upaya preemtif Polri dalam pembinaan masyarakat.
Detasemen Khusus (Densus) 88 AT Polri dan Kementerian Pertanian (Kementan) baru saja merampungkan sebuah inisiatif penting. Mereka menggelar pelatihan juru sembelih halal dan juga pengolahan susu bagi eks narapidana terorisme (napiter). Kegiatan ini berlangsung di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.
Pelatihan intensif tersebut dilaksanakan selama tiga hari penuh, mulai dari tanggal 24 hingga 26 September 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya preemtif Polri dalam melakukan pembinaan masyarakat secara komprehensif. Tujuannya adalah untuk membantu eks napiter kembali berintegrasi.
Kepala Densus 88, Irjen Pol Sentot Prasetyo, menegaskan perubahan fokus lembaga. "Jika dulu Densus 88 fokus menindak, kini kami juga hadir dalam pembinaan," ujarnya. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen untuk pendekatan yang lebih humanis.
Transformasi Peran Densus 88: Dari Penindakan ke Pembinaan
Irjen Pol Sentot Prasetyo, Kepala Densus 88, menjelaskan pergeseran paradigma dalam tugas institusinya. Ia menyatakan bahwa Densus 88 kini tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku terorisme. Namun, juga aktif dalam program pembinaan masyarakat.
Kolaborasi dengan Kementan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Densus 88. Sebelumnya, mereka telah melaksanakan dua jenis pelatihan lain yang juga terkait dengan sektor peternakan. Pelatihan tersebut meliputi inseminasi buatan dan formulator pakan ternak untuk eks napiter.
Kegiatan pelatihan ini merupakan manifestasi nyata dari upaya preemtif Polri. Tujuannya adalah untuk mencegah kembalinya individu ke jalur ekstremisme melalui pemberdayaan ekonomi. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat.
Materi Pelatihan Komprehensif dan Peserta dari Berbagai Wilayah
Kepala BBPP Batu, Roby Darmawan, merinci materi pelatihan yang diberikan kepada para peserta. Mereka tidak hanya mendapatkan teori dasar mengenai penyembelihan dan pengolahan susu. Namun juga terlibat langsung dalam praktik lapangan.
Praktik meliputi penyembelihan kambing dan unggas secara halal sesuai syariat Islam. Selain itu, peserta juga diajarkan teknik pengolahan susu menjadi berbagai produk bernilai jual. Produk-produk tersebut antara lain yoghurt, es lilin, dan burger susu.
Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa di antaranya berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan. Bahkan, mantan anggota Jamaah Islamiyah turut menjadi bagian dari pelatihan ini.
Sebagai bagian dari program, peserta juga melakukan kunjungan ke UMKM binaan BBPP Batu. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata tentang pengelolaan usaha. Mereka dapat melihat langsung proses produksi dan pemasaran produk peternakan.
Pentingnya Rantai Pasok dan Kolaborasi Multi-Pihak
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Ubaya Training Center, Prof. Joniarto Parung, menyoroti pentingnya rantai pasok. Ia menekankan bahwa rantai pasok yang efisien sangat krusial dalam menjaga ketersediaan produk peternakan. Hal ini juga berpengaruh pada stabilitas harga di pasaran.
Prof. Joniarto mendorong penguatan peran koperasi dalam ekosistem peternakan. Selain itu, penggunaan transportasi berpendingin juga dianggap vital untuk menjaga kualitas produk. Ini penting terutama untuk produk-produk olahan susu yang mudah rusak.
Ia juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi banyak pihak untuk menciptakan sistem yang efisien. Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk mendukung keberlanjutan sektor peternakan.
Acara penutupan pelatihan yang dilaksanakan pada Jumat (26/9) dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Dir Idensos Brigjen Pol Arif Makhfudiharto dan Kasatgaswil Jatim Kombes Pol Samsul Priasmoro. Wali Kota Batu Nurochman dan Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranatha juga turut hadir.
Kepala Pusat Pelatihan Kementan, Tedy Dirhamsyah, juga memberikan arahan secara daring. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu "Bagimu Negeri", doa penutup, dan ramah tamah.
Sumber: AntaraNews