Blak-blakan Cak Imin Ungkap Alasan Dorong Media Sosial Masuk Pesantren
Menurutnya, percepatan dan juga perubahan perlu dilakukan. Sehingga, nantinya pesantren tidak tertinggal dalam perkembangan zaman.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong pesantren untuk meningkatkan daya kompetisi. Hal ini dengan cara berbenah dan melakukan transformasi dalam pendidikan secara terus menerus.
Menurutnya, percepatan dan juga perubahan perlu dilakukan. Sehingga, nantinya pesantren tidak tertinggal dalam perkembangan zaman.
Dorongan itu disampaikan Muhaimin dalam pembukaan acara International Conference on the Transformation of Pesantren atau Internasional Transformasi Pesantren di Hotel Sahid Jakarta, Selasa (24/6) malam.
Ia mengatakan, pesantren memang memiliki daya tahan, tapi tidak memiliki daya kompetisi yang unggul. Jadi, pesantren memiliki kerentanan dalam menghadapi perkembangan zaman yang akan menjadi tantangan bagi pesantren.
"Maka, daya kompetisi pesantren harus terus ditingkatkan, sehingga pesantren memiliki daya kompetisi yang unggul dalam menghadapi perkembangan zaman," kata pria akrab disapa Cak Imin.
Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) menjelaskan, harapan terhadap pesantren kadang kala terlalu tinggi. Harapan terhadap pesantren itu didasarkan pada dua hal.
Dua hal itu seperti, pesantren menjadi rujukan dalam ilmu agama dan nilai. Kedua, pesantren dengan pengalaman sejarah panjang, terlalu diberi beban begitu besar atas seluruh problem yang dihadapi masyarakat.
Dirinya menegaskan, PKB berkomitmen untuk terus membantu pesantren dan siap memfasilitasi pesantren di semua level untuk meraih kemajuan. Pihaknya juga akan memfasilitasi pesantren untuk menjalin kerjasama dengan industri, pesantren dengan pemerintah, dan pesantren dengan lembaga lainnya.
Konferensi Internasional pesantren disebutnya juga diadakan untuk mendorong pesantren melakukan transformasi. Setelah konferensi, pihaknya akan melakukan pemetaan terhadap pesantren.
Karena, dengan pemetaan itu diungkapkannya maka akan diketahui bidang mana yang akan dikembangkan.
"Setelah konferensi ini, akan kita petakan, mana potensi keilmuan yang kita kembangkan, mana potensi keunggulan yang bisa kita kembangkan," ungkapnya.
Mantan Wakil Ketua DPR RI ini pun mengajak pesantren melakukan percepatan dalam perubahan. Jika tidak bergerak cepat, maka pesantren akan tertinggal. Di tengah perkembangan teknologi, semua perbaikan dan perkembangan harus dilakukan dengan cepat.
"Mumpung Indonesia mempunyai kecepatan. Termasuk harapan yang diberikan kepada kita untuk menjadi solusi dengan nilai-nilai dan keunggulan yang dimiliki pesantren," pungkasnya.
Larangan Pesantren Bermedia Sosial
Sebelumnya, Cak Imin mempertanyakan apakah larangan media sosial masuk pesantren masih relevan. Dia meminta pesantren membuka mata agar bisa bersaing di kancah global.
"Ponpes harus mulai membuka mata untuk memperbaiki dan menyempurnakan diri, dari berbagai kelebihan terjaga, tapi dari sisi lain tumbuh berkembang sesuai tantangan zaman," kata Cak Imin dalam keterangannya jelang Konferensi Internasional Transformasi Pesantren (KITP) yang akan digelar PKB, Jumat (20/6).
Menurut Menko Pemberdayaan Masyarakat ini mendorong transformasi pesantren lantaran di kawasan ASEAN hingga belahan dunia lain sudah mengantisipasi perubahan zaman.
Cak Imin sendiri mempertanyakan apakah larangan bermedia sosial di pesantren Indonesia masih relevan. Padahal, di beberapa negara sudah menggunakan teknologi sebagai orientasi utama.
"Semua mengalami penyesesuaian. Di beberapa negara bahkan ada yang menggunakan teknologi sebagai orientasi utamanya," ucapnya.
"Ada yang melarang bermedsos apakah masih relevan, dan seterusnya. Itulah bagian dari penyesuaian," sambungnya.