Berlagak Bisa Gandakan Uang, Dukun di Lampung Malah Cabuli 2 Anak dan 3 Emak-Emak
Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya korban lain selain lima orang yang telah diperkosa.
Dedi (40), seorang penduduk Dusun Damar Lega di Desa Suka Banjar, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, kini harus menghadapi pihak kepolisian.
Ia mengklaim dirinya sebagai dukun spiritual. Namun justru yang dilakukannya adalah pemerkosaan terhadap beberapa perempuan dengan modus ritual penggandaan uang.
Akibat tindakannya tersebut, Dedi kini telah resmi ditahan.
"Benar, pelaku DD kami tangkap di rumahnya tanpa perlawanan setelah menerima laporan dari salah satu korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Indik Rusmono, pada Selasa (11/11) dikutip Liputan6.com.
Kasus Terungkap
Kasus ini terungkap berawal dari laporan seorang perempuan berinisial D yang berusia 40 tahun, yang mengaku telah disetubuhi saat mengikuti ritual yang dijanjikan dapat melipatgandakan uang.
Setelah menerima laporan tersebut, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan yang mendalam, hingga akhirnya berhasil menggerebek rumah pelaku dan menangkapnya.
"Pelaku mengaku sebagai dukun spiritual yang mampu melakukan ritual penggandaan uang," tambahnya.
Hasil dari penyelidikan menunjukkan bahwa jumlah korban lebih dari satu orang. Polisi menemukan setidaknya lima perempuan yang menjadi korban, terdiri dari tiga perempuan dewasa dan dua anak di bawah umur.
Bahkan, terdapat dua korban yang merupakan ibu dan anak.
Alat Bukti
Dalam sebuah penggerebekan, pihak kepolisian berhasil menyita berbagai barang yang diduga digunakan untuk menipu korban.
Barang-barang tersebut meliputi ponsel, tas selempang, kain putih bertuliskan lafaz Arab, tasbih, peci, cobek, dua gentong tanah liat, botol kemenyan, lipstik, buku nikah, alat isap sabu, serta uang dengan pecahan Rp100 ribu.
Indik menjelaskan bahwa pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap dan memanfaatkan praktik ritual spiritual sebagai kedok untuk melakukan penipuan serta memenuhi hasrat pribadinya.
"Modus penggandaan uang ini dipakai pelaku demi kebutuhan ekonomi dan kepentingan pribadinya," ungkapnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan apakah ada korban lain yang terlibat dalam kasus ini.