Kronologi Pemuda 19 Tahun Bunuh & Perkosa Bocah SD di Makassar, Seret ke Rumah Kosong Dibekap, Kepala Dijedotkan ke Tembok

"Pelaku ini sangat biadab karena korban meninggal dunia dan juga diperkosa," kata Kapolrestabes Makassar, Kamis (28/5).

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Kronologi Pemuda 19 Tahun Bunuh & Perkosa Bocah SD di Makassar, Seret ke Rumah Kosong Dibekap, Kepala Dijedotkan ke Tembok
Kronologi Pemuda 19 Tahun Bunuh & Perkosa Bocah SD di Makassar, Seret ke Rumah Kosong Dibekap, Kepala Dijedotkan ke Tembok (Merdeka.com)

Unit Kejahatan dan Kekerasan Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makassar akhirnya mengungkap pelaku pembunuhan dan rudapaksa terhadap siswi sekolah dasar (SD) inisial NU (12). Pelaku inisial IK (19) yang merupakan tetangga korban.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengatakan penangkapan terhadap IK setelah personel dari Jatanras dan Polsek Tallo melakukan penyelidikan atas kematian NU di rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah I pada Rabu (27/5) kemarin. Arya mengatakan IK merupakan tetangga korban.

"Pelaku ini sangat biadab karena korban meninggal dunia dan juga diperkosa," katanya geram, Kamis (28/5).

Mantan Kapolres Metro Depok ini juga menyebutkan saat polisi melakukan penyelidikan di lokasi kejadian, IK sempat membuat keributan. Hal itu dilakukan pelaku, guna mengecoh polisi.

"Dia sempat buat gaduh saat proses olah TKP waktu itu. Dia berupaya untuk mengalihkan perhatian supaya polisi cepat pergi lokasi (tempat kejadian perkara)," ungkapnya.

Pada akhirnya, polisi mengungkap pelaku pembunuhan terhadap NU. IK pun langsung digelandang ke Mapolrestabes Makassar untuk diperiksa lebih lanjut.

"Pelaku ini sering nonton film porno di hp-nya. Pelaku juga sudah memperhatikan korban sehingga memicu melakukan aksinya (memperkosa korbann)," bebernya.

Arya menjelaskan kronologi kejadian berawal saat pelaku memanggil korban untuk menyuruh membeli air minum. Saat itu, pelaku meminta korban membawa air minum tersebut ke rumah kosong.

"Ketika kembali pelaku langsung menyeret korban masuk ke rumah kosong itu. Pelaku lanngsung membekap mulut korban agar tidak berteriak," kata Arya.

Saat mencoba melawan, pelaku membenturkan kepala korban ke tembok hingga tidak sadarkan diri. Saat korban dalam kondisi tidak sadarkan diri, pelaku memasukkan tangannya ke dalam kemaluan korban.

"Setelah itu pelaku memperkosa korban. Pelaku ini tidak manusiawi lagi dan akhirnya korban ditemukan oleh warga meninggal dunia," kata dia.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 459 KUHP, subsider Pasal 458 tentang pembunuhan berencana.

"Ancamannya hukuman mati atau penjara maksimal 20 tahun," ucapnya.

Sebelumnya, ayah korban Syarifuddin (54) mengatakan anaknya ditemukan meninggal dalam kondisi tidak mengenakan pakaian. Jasad korban ditemukan tertutup televisi rusak yang ada di rumah kosong tersebut.

"Ditemukan dalam kondisi telanjang dan ditutupi televisi rusak," ungkapnya.

Syarifuddin mencurigai anaknya merupakan korban pembunuhan, karena adanya luka di pergelangan tangannya. Selain itu, Syarifuddin juga curiga anaknya juga menjadi korban rudapaksa.

"Ada luka diiris di tangannya," bebernya.

Korban Tak Kunjung Pulang

Syarifuddin mengaku sempat mencari anaknya yang tidak kunjung pulang ke rumah hingga pukul 22.00 Wita, Selasa (26/5). Ia mengaku tidak mengetahui anaknya keluar rumah karena sedang mencari nafkah sebagai ojek online (ojol).

"Saya pulang dari ngojek dan suruh mamanya sama kakaknya untuk cari, karena sudah jam 10 (22.00 Wita) belum pulang," kata dia.

Ditemukan Tewas di Rumah Kosong

Syarifuddin mengaku sempat mencari anaknya bersama istri dan warga. Namun, hasilnya nihil dan NU tak kunjung ditemukan.

Hingga akhirnya mendapatkan kabar anaknya ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kosong. Saat itu, anaknya ditemukan oleh warga yang hendak kencing di lokasi kejadian.

"Saat (suara) mengaji di masjid salat subuh ada kabar ada mayat ditemukan di dalam rumah terbengkalai. Saya cek dan ternyata benar itu anak saya," ucapnya.

Rekomendasi