Curiga Gelas Kopi Beracun dan Akhirnya Ditukar, EA Lolos dari Maut Dukun Pengganda Uang

Karena merasa curiga, kemudian korban meminta agar kopi mereka ditukar. Namun pelaku justru marah dan terjadi perkelahian.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Curiga Gelas Kopi Beracun dan Akhirnya Ditukar, EA Lolos dari Maut Dukun Pengganda Uang
Curiga Gelas Kopi Beracun dan Akhirnya Ditukar, EA Lolos dari Maut Dukun Pengganda Uang (Merdeka.com)

AE korban dukun Ibin (63) berhasil lolos dari maut, setelah menolak kopi beracun dan meminta agar kopi miliknya ditukar dengan kopi pelaku.

Karena merasa curiga, kemudian korban meminta agar kopi mereka ditukar. Namun pelaku justru marah dan terjadi perkelahian.

"Pelaku menolak, ribut dan terjadi perkelahian. Tapi pelaku lari kemudian kakinya tertabrak mobil," kata Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP Johan Widodo, Rabu (20/8).

Akibat kakinya tertabrak mobil, hingga saat ini dia kesulitan untuk berjalan. Pria berusia 63 tahun itu sekitar tahun 2024 pernah berusaha menipu korban berinisial AE dan menawarkan menggandakan uang.

"Sampai sekarang kakinya tidak sembuh," ujarnya.

Sebelumnya, Ibin ditangkap karena membunuh suami istri Muhammad Rosikhi dan Nur Azizah tewas di bekas tempat pemecah batu di Warungpring. Pasutri asak Tegal itu tewas ditemukan ditumpukan batu Kalirambut, Kalipring, pemalang. Polisi mengungkap pasutri tewas akibat melakukan ritual meminum kopi di tempat yang sepi.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap pasangan suami istri yang jasadnya ditemukan di atas tumpukan pecahan batu di Pemalang. Pelakunya ternyata seorang dukun pengganda uang bernama Iskandar alias Ibin (63), warga Kabupaten Tegal.

Modus pelaku berawal dari praktik perdukunan yang menjanjikan bisa melipatgandakan uang. Korban, pasangan Muhammad Rosikhi dan Nur Azizah Turokhmah, diminta menyerahkan sejumlah uang untuk ritual. Namun ketika hasil tak kunjung ada, pelaku mencari cara lain agar korban tidak lagi menagih.

"Jadi saat ritual, korban juga diminta meminum kopi yang sudah dicampur racun potas. Tujuannya agar korban tidak lagi menagih utang kepadanya," ungkap Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio, Rabu (20/8).

Sebelum pembunuhan, korban sempat menyerahkan uang Rp2 juta kepada Iskandar. Namun karena tak ada hasil, tersangka kemudian mengajak korban melakukan ritual terakhir. Di situlah kopi bercampur racun diberikan hingga membuat pasangan suami istri itu meregang nyawa.

"Diminta serahkan uang Rp2 juta tapi tak kunjung ada hasil karena kehabisan akal untuk membohongi korbannya, tersangka kemudian mengajak mereka melakukan ritual terakhir yang berujung pada kematian," jelas Dwi.

Rekomendasi