BBMKG Ingatkan: Hujan Pegunungan Picu Banjir di Sumut, Waspada Mulai Senin!
BBMKG Waspada Hujan Banjir! Hujan ringan hingga sedang di pegunungan Sumut berpotensi picu banjir dan longsor. Ketahui wilayah yang harus siaga mulai Senin!
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Sumatera Utara. Peringatan ini terkait potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di kawasan pegunungan. Hujan tersebut diperkirakan dapat memicu bencana hidrometeorologis.
Potensi hujan ini diumumkan mulai Senin, 6 Oktober, di wilayah pegunungan, lereng timur, dan lereng barat. Bencana yang dimaksud meliputi banjir, tanah longsor, serta angin kencang yang berpotensi merusak. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Putri Diana, menegaskan pentingnya kewaspadaan ini. Kondisi cuaca yang tidak menentu memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko dampak bencana.
Prakiraan Cuaca Harian di Sumatera Utara
Secara umum, cuaca di Sumatera Utara pada Senin pagi diperkirakan berawan. Potensi hujan ringan diprediksi terjadi di wilayah Nias Selatan dan Labuhan Batu. Kondisi ini menjadi awal dari pola cuaca yang harus diwaspadai.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca masih didominasi awan di beberapa wilayah. Hujan ringan berpotensi mengguyur Toba, Simalungun, Labuhanbatu Utara, dan Langkat. Wilayah lain seperti Labuhan Batu, Labuhanbatu Selatan, dan Asahan juga berpotensi mengalami hal serupa.
Pada malam hari, potensi hujan ringan masih berlanjut di sejumlah daerah. Ini termasuk Padanglawas Utara, Samosir, Serdang Bedagai, dan Simalungun. Kota-kota besar seperti Medan, Pematang Siantar, Asahan, Deli Serdang, Karo, dan Binjai juga tidak luput dari potensi hujan.
Suhu udara rata-rata diperkirakan berkisar antara 14 hingga 33 derajat Celcius. Kelembaban udara cukup tinggi, yaitu 65 hingga 98 persen, mendukung pembentukan awan hujan. Angin bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan 3-6 km per jam.
Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sumut
Selain potensi hujan banjir di daratan, masyarakat pesisir juga perlu mewaspadai kondisi maritim. Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizky Putra, menyampaikan peringatan penting. Beberapa perairan di Sumatera Utara berpotensi diterjang gelombang tinggi.
Gelombang laut yang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter ini akan berlangsung dari tanggal 5 hingga 8 Oktober 2025. Periode ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi nelayan dan operator kapal. Keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama.
Wilayah perairan yang berisiko tinggi meliputi perairan barat Sumatera Utara dan perairan Kepulauan Batu. Samudera Hindia barat Kepulauan Nias juga termasuk dalam daftar area yang patut diwaspadai. Perairan timur dan barat Kepulauan Nias, serta perairan barat Kepulauan Batu, juga berpotensi mengalami gelombang tinggi.
Sumber: AntaraNews