Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan imbauan serius kepada masyarakat Sumatera Utara. Mereka diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Minggu, 15 Februari. Kondisi ini terutama berlaku di wilayah pegunungan yang rentan terhadap bencana.
Prakirawan BMKG Wilayah I, Putri Afriza, menjelaskan bahwa hujan lebat tersebut berpotensi melanda pesisir barat, lereng barat, serta area pegunungan Sumatera Utara. Peringatan ini disampaikan di Medan pada hari Sabtu, 14 Februari. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan publik.
Kondisi cuaca ekstrem ini sangat patut diwaspadai karena dapat memicu bencana hidrometeorologi. Bencana seperti banjir dan tanah longsor menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru.
Advertisement
Advertisement
Pada Minggu pagi, cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara diprakirakan berawan. Namun, hujan ringan berpotensi terjadi di beberapa lokasi seperti Batubara, Langkat, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan Serdang Bedagai. Masyarakat di area tersebut perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan ringan hingga lebat diprediksi akan merata di seluruh Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas lebat diperkirakan melanda Dairi, Mandailing Natal, Padang Lawas, Pakpak Bharat, dan Samosir. Warga di daerah ini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor Sumatera Utara.
Malam hari nanti, hujan ringan hingga sedang masih akan terjadi hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara. Intensitas sedang berpotensi melanda Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dari penduduk setempat.
Advertisement
Dini hari, hujan ringan hingga lebat masih berlanjut, dengan hujan lebat di Deli Serdang, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Langkat, Kepulauan Nias, Padanglawas Utara, dan Tapanuli Selatan. Kewaspadaan tinggi diperlukan mengingat risiko bencana yang menyertainya.
Advertisement
Putri Afriza dari BMKG Wilayah I secara tegas menyatakan bahwa kondisi cuaca ini harus diwaspadai serius. Hujan lebat di wilayah pegunungan Sumatera Utara dapat memicu bencana hidrometeorologi. Banjir dan tanah longsor adalah ancaman utama yang perlu diantisipasi oleh seluruh lapisan masyarakat.
Bencana hidrometeorologi memiliki potensi merusak infrastruktur dan mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah mitigasi. Kesiapsiagaan dini dapat mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi akibat hujan lebat.
Masyarakat yang tinggal di lereng bukit atau daerah aliran sungai di Sumatera Utara sangat dianjurkan untuk lebih berhati-hati. Mereka harus mengenali tanda-tanda awal longsor atau banjir bandang. Evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman perlu dipersiapkan jika situasi memburuk.
Advertisement
Advertisement
Selain potensi hujan, BMKG juga merilis data mengenai suhu udara di Sumatera Utara. Suhu rata-rata diperkirakan berkisar antara 14 hingga 32 derajat Celcius. Variasi suhu ini menunjukkan kondisi cuaca yang dinamis di berbagai daerah.
Kelembaban udara di wilayah ini cukup tinggi, yaitu antara 68 hingga 100 persen. Tingginya kelembaban ini mendukung pembentukan awan hujan. Kondisi ini menjadi faktor penting dalam memicu intensitas curah hujan yang tinggi.
Pergerakan angin di Sumatera Utara umumnya bertiup dari arah Utara hingga Timur. Kecepatan angin rata-rata tercatat antara 3 hingga 8 kilometer per jam. Meskipun tidak terlalu kencang, arah angin ini dapat memengaruhi distribusi awan hujan di berbagai wilayah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews