BMKG Sumut: Waspada Hujan Ringan hingga Sedang, Ini Wilayah Terdampak di Sumatera Utara
BMKG memprediksi potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu. Waspada bencana hidrometeorologi, simak detail prakiraan Hujan Sumut BMKG.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu (24/8). Prakiraan cuaca ini mencakup daratan dan perairan, mengindikasikan perlunya kewaspadaan bagi masyarakat.
Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Putri Diana, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Sumatera Utara pada pagi hari umumnya berawan, namun Nias Selatan berpotensi diguyur hujan ringan. Situasi ini memerlukan perhatian khusus mengingat dampak yang mungkin ditimbulkan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Hujan dengan intensitas ringan namun berdurasi panjang dapat memicu kondisi berbahaya, sehingga persiapan dini sangat dianjurkan.
Prakiraan Hujan di Daratan Sumatera Utara
Pada Minggu (24/8), potensi hujan di Sumatera Utara akan terjadi secara bertahap sepanjang hari. Pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan melanda hampir seluruh wilayah, dengan fokus utama di Pakpak Bharat. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Memasuki malam hari, potensi hujan ringan hingga sedang masih berlanjut di beberapa daerah, khususnya di Deli Serdang dan Langkat. Kemudian, pada dini hari, hujan dengan intensitas ringan diprediksi akan terjadi di Padang Lawas. Pola hujan yang bervariasi ini menunjukkan bahwa seluruh wilayah perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca.
Suhu udara rata-rata di Sumatera Utara berkisar antara 14 hingga 36 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 77 hingga 95 persen. Angin bertiup dari Selatan hingga Barat Daya dengan kecepatan 3-7 km per jam. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan, sehingga masyarakat harus selalu memantau informasi terbaru dari BMKG.
Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Sumatera Utara
Selain prakiraan hujan di daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara. Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Riandiny Putri, menyebutkan bahwa gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi dari 24 hingga 27 Agustus 2025.
Kondisi gelombang tinggi ini diperkirakan melanda beberapa lokasi krusial. Area yang terdampak meliputi Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, perairan timur Kepulauan Nias, perairan barat Sumatera Utara, perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, dan perairan Kepulauan Batu. Nelayan dan operator kapal diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pola angin di wilayah perairan Sumatera Utara umumnya bergerak dari selatan hingga barat, dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot. Kecepatan angin ini berkontribusi pada pembentukan gelombang tinggi, sehingga aktivitas pelayaran harus disesuaikan dengan kondisi cuaca yang berlaku untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Sumber: AntaraNews