BMKG Ingatkan Nelayan Sumut Waspada Potensi Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan di Sumatera Utara untuk waspada potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter dan hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara. Peringatan ini ditujukan khusus kepada para nelayan agar mereka dapat meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di laut. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak terkait.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra, menyebutkan bahwa gelombang tinggi dapat mencapai 2,5 meter. Fenomena ini berpotensi terjadi antara tanggal 21 hingga 23 Februari 2026, mencakup beberapa wilayah perairan strategis di sekitar Sumatera Utara. Informasi ini sangat krusial bagi keselamatan pelayaran dan aktivitas maritim lainnya di kawasan tersebut.
Selain gelombang tinggi, wilayah Sumatera Utara juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas bervariasi. Endah Paramita dari BBMKG Wilayah I Medan menginformasikan adanya potensi hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah. Kondisi cuaca ganda ini menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Sumut
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi di beberapa perairan Sumatera Utara. Tinggi gelombang yang diperkirakan mencapai 2,5 meter ini berisiko mengganggu aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal-kapal kecil. Nelayan diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca sebelum melaut guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga timur dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot. Sementara itu, wilayah Indonesia bagian selatan menunjukkan pola angin dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan serupa. Kondisi angin ini menjadi salah satu faktor utama pemicu terbentuknya gelombang tinggi di perairan tersebut.
Wilayah yang berpotensi terdampak gelombang tinggi meliputi perairan barat Sumatera Utara, perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan timur Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias. Peringatan khusus diberikan kepada pengguna perahu kecil jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang juga diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Prakiraan Hujan dan Dampaknya di Sumatera Utara
Selain ancaman gelombang tinggi, sebagian besar wilayah Sumatera Utara juga diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas bervariasi pada Sabtu, 21 Februari. Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Endah Paramita, menjelaskan bahwa cuaca pagi hari umumnya cerah berawan, namun hujan ringan berpotensi terjadi di Mandailing Natal dan Nias Selatan. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan hingga lebat berpotensi mengguyur beberapa wilayah Sumatera Utara. Secara khusus, hujan dengan intensitas lebat diperkirakan akan terjadi di wilayah Langkat dan sekitarnya. Pada malam hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah, sementara dini hari diperkirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di Labuhanbatu Selatan dan Padang Lawas Utara.
BMKG juga mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 13 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 74 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga barat daya dengan kecepatan 4-14 km per jam. Kondisi ini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah pesisir barat dan pegunungan Sumatera Utara.
Sumber: AntaraNews