Waspada! Gelombang Tinggi Sumut Ancam Perairan Hingga 13 Januari 2026
Perairan Sumatera Utara berpotensi diterjang gelombang tinggi Sumut setinggi 2,5 meter pada 11-13 Januari 2026. Nelayan dan pemangku kepentingan diimbau waspada terhadap kondisi ini.
Sejumlah perairan di Sumatera Utara (Sumut) diprediksi akan diterjang gelombang tinggi pada periode 11 hingga 13 Januari 2026. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan memerlukan kewaspadaan ekstra dari berbagai pihak. Prakiraan cuaca maritim ini dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan.
Nelayan dan pemangku kepentingan sektor maritim diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi ini. Gelombang laut yang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Peringatan dini ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut.
Potensi gelombang tinggi ini mencakup beberapa wilayah perairan strategis di Sumut. Informasi ini menjadi panduan penting bagi para pengguna jasa transportasi laut. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem tersebut.
Wilayah Terdampak dan Ketinggian Gelombang
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Indah Riandiny Puteri, menjelaskan bahwa potensi gelombang tinggi akan melanda beberapa lokasi. Wilayah tersebut meliputi Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Batu, dan Perairan Timur Sumatera Utara. Ketinggian gelombang di area ini diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Selain itu, Perairan Kepulauan Batu dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias juga termasuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari seluruh pihak yang beraktivitas di laut. Informasi ini penting untuk perencanaan perjalanan dan operasional kapal.
Ketinggian gelombang yang signifikan ini dapat menimbulkan risiko bagi kapal-kapal kecil. Oleh karena itu, pemantauan informasi cuaca terkini sangat dianjurkan. BMKG terus memantau perkembangan kondisi maritim.
Imbauan Kewaspadaan untuk Pelayaran
BMKG secara khusus mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil untuk lebih waspada. Kewaspadaan harus ditingkatkan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kondisi ini dapat menyebabkan perahu kecil oleng dan berisiko terbalik.
Tidak hanya perahu kecil, kapal tongkang juga diminta untuk berhati-hati. Kapal tongkang diimbau waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam menghadapi gelombang tinggi Sumut ini.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 8 hingga 30 knot. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang sama.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa lokasi penting. Area tersebut mencakup Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTB. Selain itu, Laut Banda serta Laut Arafuru bagian utara, tengah, barat, dan timur juga mengalami kecepatan angin tinggi.
Prakiraan Cuaca Umum Sumatera Utara
Sementara itu, Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Putri Afriza, menyampaikan prakiraan cuaca umum di Sumatera Utara. Pada Minggu (10/1) pagi, cuaca di sebagian besar wilayah rata-rata berawan. Beberapa daerah berpotensi mengalami hujan ringan.
Menjelang siang hingga sore hari, cuaca diperkirakan tetap berawan. Potensi hujan ringan masih ada di sejumlah wilayah. Daerah yang perlu diwaspadai antara lain Padanglawas Utara, Pakpak Barat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, dan Kepulauan Nias.
Selain itu, Padang Lawas, Sibolga, Labuhan Batu, dan Labuhanbatu Selatan juga berpotensi hujan ringan pada periode tersebut. Pada malam hari, Mandailing Natal dan Padang Lawas serta sekitarnya berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Sumber: AntaraNews