BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Sumatera Utara Capai 2,5 Meter
BMKG memprakirakan sejumlah perairan di Sumatera Utara berpotensi diterjang gelombang tinggi mencapai 2,5 meter mulai 15 hingga 18 Maret 2026, mengancam keselamatan pelayaran.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara. Fenomena ini diperkirakan akan terjadi mulai tanggal 15 hingga 18 Maret 2026 mendatang. Tinggi gelombang dapat mencapai 1,5 hingga 2,5 meter di beberapa lokasi perairan.
Prakiraan ini disampaikan oleh Rizky Ramadhan, seorang Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, pada hari Sabtu di Medan. Peringatan ini penting bagi masyarakat dan pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Perairan yang berpotensi terdampak meliputi area strategis di sekitar Kepulauan Nias dan Kepulauan Batu.
Kondisi ini dipicu oleh pola angin yang dominan di wilayah Indonesia bagian utara dan selatan. Masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan di laut.
Ancaman Gelombang Tinggi di Perairan Strategis
BMKG secara spesifik menyoroti beberapa perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi di Sumatera Utara. Area-area tersebut termasuk perairan barat Kepulauan Nias dan perairan barat Kepulauan Batu. Selain itu, perairan Kepulauan Batu dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias juga masuk dalam daftar lokasi yang perlu diwaspadai.
Prakirawan Rizky Ramadhan menekankan bahwa potensi gelombang tinggi ini dapat mencapai 2,5 meter. Kondisi ini tentu berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran, terutama kapal-kapal kecil. Oleh karena itu, nelayan dan operator kapal diminta untuk sangat berhati-hati saat berlayar di perairan tersebut.
Pola angin di wilayah Indonesia menjadi faktor utama penyebab terjadinya gelombang tinggi ini. Di Indonesia bagian utara, angin umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 5-25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan serupa.
Peringatan Kewaspadaan untuk Pelaku Pelayaran
BMKG mengeluarkan imbauan khusus kepada para nelayan yang menggunakan perahu kecil. Mereka diminta untuk waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kondisi ini dapat membahayakan stabilitas perahu dan keselamatan awak kapal.
Selain itu, operator kapal tongkang juga perlu meningkatkan kewaspadaan. Peringatan diberikan jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini.
Kewaspadaan dini dan pemantauan informasi cuaca secara berkala sangat krusial. Dengan mengetahui kondisi terkini, para pelaku pelayaran dapat mengambil keputusan yang tepat. Hal ini termasuk menunda keberangkatan atau mencari jalur pelayaran yang lebih aman.
Prakiraan Cuaca Umum dan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Utara
Selain gelombang tinggi, BMKG Wilayah I Medan melalui Prakirawan Ilham Haris juga menyampaikan prakiraan cuaca umum untuk Sumatera Utara. Pada Minggu (15/3), cuaca rata-rata diperkirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah. Ini menunjukkan kondisi cuaca yang bervariasi di daratan.
Pada pagi hari Minggu, potensi hujan ringan diprediksi terjadi di Asahan, Batubara, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, dan Kepulauan Nias. Siang dan sore hari, hujan ringan hingga sedang merata di Toba, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.
Malam hari, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Samosir dan Simalungun. Dini hari, hujan diperkirakan melanda Nias Selatan, Toba, dan Tapanuli Utara. Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di lereng barat, pegunungan, dan lereng timur Sumatera Utara.
Sumber: AntaraNews