BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi Sumut hingga 22 April, Waspada Pelayaran
BMKG mengeluarkan Peringatan Gelombang Tinggi Sumut di perairan barat Nias dan Batu hingga 22 April 2026. Waspada potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Sumatera Utara (Sumut). Peringatan ini berlaku untuk periode 19 hingga 22 April 2026, khususnya di perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, serta Samudera Hindia barat Kepulauan Nias. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat, terutama bagi sektor pelayaran dan aktivitas maritim di area tersebut.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Rizky Ramadhan, di Medan, Sabtu, menjelaskan bahwa tinggi gelombang berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Situasi ini sangat berisiko mengganggu pelayaran, khususnya bagi perahu-perahu kecil yang beroperasi di ketiga perairan tersebut. Oleh karena itu, langkah antisipasi dan kehati-hatian sangat diperlukan untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan.
Selain potensi gelombang tinggi, BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca yang tidak menentu di Sumut. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprediksi akan terjadi secara merata di berbagai wilayah, meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Sumut
Peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG mencakup perairan vital bagi aktivitas nelayan dan transportasi laut di Sumatera Utara. Perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias menjadi fokus utama kewaspadaan. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 9-15 knot. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan serupa, yakni 9-15 knot. Kondisi angin ini turut berkontribusi pada peningkatan tinggi gelombang di perairan yang disebutkan.
BMKG secara khusus mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil untuk waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kapal tongkang juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila melintasi perairan tersebut saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Kewaspadaan ini krusial demi keselamatan seluruh kru dan muatan kapal.
Prakiraan Cuaca dan Hujan Lebat di Sumatera Utara
Selain peringatan gelombang tinggi, BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara pada Minggu (19/4). Pada pagi hari, sebagian wilayah seperti Nias Selatan, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan diprediksi berawan dengan potensi hujan ringan. Kondisi cuaca ini dapat berubah drastis seiring berjalannya hari.
Pada siang hingga sore hari, potensi hujan ringan hingga lebat diprakirakan terjadi cukup merata di seluruh wilayah Sumut. Malam harinya, hujan ringan hingga lebat masih berpotensi menyelimuti hampir seluruh wilayah, dengan hujan lebat yang dapat terjadi di Pakpak Bharat dan sekitarnya. Suhu udara rata-rata berkisar antara 15 hingga 33 derajat Celcius, dengan kelembaban 79 hingga 99 persen, dan angin berhembus dari timur hingga barat daya dengan kecepatan 3-6 km per jam.
Prakirawan BMKG, Rizky Ramadhan, juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan ini khususnya di pantai barat, lereng timur, pantai timur, dan area pegunungan di Sumut, yang berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya. Kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menghadapi kemungkinan dampak buruk dari kondisi cuaca ekstrem ini.
Sumber: AntaraNews