BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi NTT Capai 2,5 Meter hingga 3 Juni 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi NTT hingga 2,5 meter di sejumlah perairan hingga 3 Juni 2026. Masyarakat dan operator kapal diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini terkait potensi gelombang laut tinggi yang diperkirakan mencapai 2,5 meter di beberapa wilayah perairan NTT. Peringatan dini ini berlaku mulai Minggu, 31 Mei hingga Rabu, 3 Juni 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, menegaskan pentingnya kewaspadaan ini. Kondisi gelombang tinggi dipicu oleh pola angin yang cukup kencang di perairan tersebut.
Potensi gelombang tinggi ini dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, BMKG meminta semua pihak untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru.
Wilayah Terdampak Potensi Gelombang Tinggi NTT
BMKG memprediksi potensi gelombang laut dengan tinggi 1,25 hingga 2,5 meter akan terjadi di beberapa lokasi strategis. Wilayah tersebut meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, serta Selat Pantar.
Selain itu, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, dan Selat Sumba bagian barat juga berpotensi mengalami kondisi serupa. Laut Sawu dan Selat Ombai juga termasuk dalam daftar wilayah yang perlu diwaspadai.
Potensi gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di perairan utara Sabu Raijua, perairan utara Timor, dan perairan utara Kupang-Rote. Tidak ketinggalan, perairan selatan Sabu Raijua, perairan selatan Timor-Rote, serta perairan Taman Nasional Komodo juga masuk dalam kategori waspada.
Lebih lanjut, BMKG secara khusus menyoroti perairan selatan Sumba, di mana gelombang laut berpeluang mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini memerlukan tingkat kewaspadaan yang jauh lebih tinggi bagi seluruh aktivitas maritim di sana.
Penyebab dan Imbauan Kewaspadaan Pelayaran
Secara sinoptik, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah timur laut menuju tenggara. Kecepatan angin ini berkisar antara 4 hingga 20 knot.
Kecepatan angin yang cukup tinggi di sejumlah wilayah perairan tersebut menjadi faktor utama. Kondisi ini berpotensi signifikan meningkatkan tinggi gelombang laut.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku hingga Rabu, 3 Juni 2026. Peringatan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan laut.
Mengingat kondisi ini, BMKG mengimbau pengguna perahu nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Operator kapal tongkang juga diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Sementara itu, operator kapal feri perlu meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Akses Informasi Terkini dari BMKG
Untuk mendapatkan informasi terkini dan terpercaya mengenai kondisi cuaca maritim, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada sumber resmi. Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang menyediakan berbagai kanal informasi yang mudah diakses.
Informasi terbaru dapat dipantau melalui situs resmi maritim.ntt.bmkg.go.id. Selain itu, masyarakat juga bisa menghubungi nomor telepon 0812-1512-2192 atau mengikuti akun media sosial Instagram @bmkg.maritim.tenau untuk pembaruan real-time.
Sumber: AntaraNews