Advertisement
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya yang beraktivitas di perairan Sulawesi Utara. Peringatan ini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan akan melanda lima perairan di wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan, hingga awal tahun 2026. Kewaspadaan menjadi kunci untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan akibat kondisi cuaca ekstrem ini.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Maritim Bitung, Ricky D Aror, menegaskan bahwa peringatan dini gelombang tinggi ini berlaku hingga tanggal 3 Januari 2026. Informasi ini disampaikan langsung dari Manado pada hari Selasa, 30 Desember. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari BMKG guna memastikan keselamatan selama periode tersebut.
Kondisi angin dominan di perairan tersebut diperkirakan bertiup dari arah barat laut hingga timur laut. Kecepatan angin rata-rata yang terukur berada di antara 4 hingga 15 knot, yang dapat memicu peningkatan ketinggian gelombang. Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dalam kegiatan maritim di wilayah Sulawesi Utara diharapkan untuk sangat berhati-hati.
Advertisement
Advertisement
Ricky D Aror menjelaskan bahwa tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang besar terjadi di beberapa perairan kunci di Sulawesi Utara. Area yang menjadi fokus peringatan ini meliputi perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, dan perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro).
Selain itu, potensi gelombang tinggi serupa juga diperkirakan akan terjadi di perairan Kabupaten Minahasa Utara dan perairan selatan Sulawesi Utara. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari para nelayan dan operator kapal lainnya. Angin yang bertiup kencang menjadi salah satu faktor utama penyebab peningkatan tinggi gelombang di area-area tersebut.
Masyarakat yang tinggal di pesisir atau berencana melakukan perjalanan laut di wilayah-wilayah yang disebutkan di atas diharapkan untuk tidak mengabaikan peringatan ini. Ketinggian gelombang hingga 2,5 meter dapat membahayakan, terutama bagi kapal-kapal kecil dan aktivitas di pantai. BMKG terus mengimbau agar selalu berhati-hati dan mencari informasi terkini sebelum beraktivitas di laut.
Advertisement
Advertisement
BMKG memberikan panduan spesifik bagi berbagai jenis kapal terkait batas kecepatan angin dan tinggi gelombang yang perlu diwaspadai. Ricky berharap warga berhati-hati apabila melakukan aktivitas di wilayah-wilayah perairan dengan ketinggian gelombang hingga 2,5 meter.
- Perahu Nelayan: Diharapkan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
- Kapal Tongkang: Perlu memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
- Kapal Feri: Harus mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
- Kapal Ukuran Besar (Kargo/Pesiar): Disarankan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.
Peringatan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut dan memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa maritim. Kepatuhan terhadap imbauan ini sangat penting demi menjaga keamanan pelayaran di perairan Sulawesi Utara.
Advertisement
Sumber: AntaraNews