Waspada Gelombang Tinggi NTT, BMKG Imbau Masyarakat Pesisir dan Pelaku Pelayaran

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 2,5 meter pada 20-23 Maret 2026, mengimbau masyarakat dan pelaku pelayaran untuk waspada.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Waspada Gelombang Tinggi NTT, BMKG Imbau Masyarakat Pesisir dan Pelaku Pelayaran
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 2,5 meter pada 20-23 Maret 2026, mengimbau masyarakat dan pelaku pelayaran untuk waspada. (AntaraNews)

Kupang, NTT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan akan terjadi mulai tanggal 20 hingga 23 Maret 2026. Imbauan ini secara khusus ditujukan kepada masyarakat yang beraktivitas di pesisir serta para pengguna transportasi laut di wilayah tersebut.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, di Kupang, Jumat, menegaskan pentingnya kewaspadaan. Peringatan ini disampaikan untuk meminimalkan risiko dan memastikan keselamatan seluruh pihak yang bergantung pada kondisi maritim di NTT. Kondisi cuaca ekstrem ini dapat mengganggu aktivitas pelayaran dan berpotensi membahayakan.

Peringatan dini ini menjadi krusial mengingat dampak yang mungkin ditimbulkan oleh gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas perikanan. Oleh karena itu, BMKG meminta semua pihak untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengikuti anjuran yang diberikan. Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bahaya alam ini.

BMKG memprediksi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan NTT. Area yang perlu diwaspadai meliputi Laut Sawu, perairan selatan Flores, serta Selat Sumba bagian barat. Masyarakat di perairan selatan Sumba dan perairan utara Sabu-Raijua juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, potensi gelombang tinggi juga diperkirakan akan melanda perairan utara Timor, perairan selatan Sabu-Raijua, dan perairan selatan Timor-Rote. Perairan utara Kupang-Rote juga masuk dalam daftar wilayah yang berisiko mengalami gelombang tinggi. Informasi ini penting bagi para nelayan dan operator kapal untuk merencanakan rute perjalanan mereka.

Peningkatan ketinggian gelombang ini disebabkan oleh pola angin yang bergerak dari barat daya menuju barat laut. Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 8 hingga 35 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa lokasi, yang secara langsung berkontribusi pada kondisi gelombang laut yang tidak stabil.

Pola angin yang dominan bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan 8-35 knot menjadi faktor utama pemicu gelombang tinggi ini. Kecepatan angin yang signifikan ini dapat menciptakan kondisi laut yang bergejolak dan berbahaya. Fenomena ini perlu menjadi perhatian serius bagi semua pihak yang beraktivitas di laut.

Kecepatan angin tertinggi secara spesifik terdeteksi di perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, dan Selat Ombai. Kondisi serupa juga terpantau di perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, dan perairan selatan Timor-Rote. Wilayah-wilayah ini menjadi titik fokus peringatan dini BMKG.

Menanggapi kondisi ini, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang yang berlaku mulai Jumat (20/3) hingga Senin (23/3). Peringatan ini bertujuan untuk memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat dan pelaku pelayaran untuk mempersiapkan diri. Yandri Anderudson Tungga juga mengingatkan potensi awan cumulonimbus yang dapat memperparah kondisi gelombang serta menyebabkan perubahan arah dan kecepatan angin secara tiba-tiba.

BMKG mengimbau pengguna perahu nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, sangat disarankan untuk tidak melaut atau mencari tempat berlindung. Keselamatan adalah prioritas utama dalam kondisi cuaca ekstrem ini.

Bagi operator kapal tongkang, peringatan juga dikeluarkan untuk waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Kriteria ini menjadi batas aman yang harus diperhatikan demi menghindari insiden yang tidak diinginkan di laut. Pengambilan keputusan yang tepat sangat diperlukan.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dan terkini dari BMKG melalui berbagai saluran. Layanan informasi dapat diakses melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang di nomor 0812-1512-2192, situs web maritim.ntt.bmkg.go.id, serta akun Instagram @bmkg.maritim.tenau. Informasi yang akurat dan cepat sangat membantu dalam menjaga keselamatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi