BMKG Ingatkan Warga Sumatera Utara Waspada Potensi Banjir dan Longsor Dampak Hujan Lebat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Sumatera Utara untuk mewaspadai potensi banjir dan longsor pada Minggu (22/2) akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat di Sumatera Utara. Peringatan ini terkait potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi pada Minggu (22/2) mendatang.
Bencana tersebut meliputi banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah pegunungan serta pesisir barat provinsi. Hal ini disebabkan oleh intensitas hujan yang diperkirakan sedang hingga lebat di sejumlah daerah.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Talin, secara khusus menyoroti ancaman ini di Medan pada hari Sabtu. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi.
Potensi Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Utara
BMKG secara spesifik meminta masyarakat di wilayah pesisir barat dan pegunungan Sumatera Utara untuk waspada. Hujan dengan intensitas sedang di area ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.
Bencana yang dimaksud termasuk banjir dan tanah longsor yang dapat membahayakan keselamatan warga serta infrastruktur. Kondisi geografis wilayah tersebut memang rentan terhadap dampak curah hujan tinggi yang berkelanjutan.
Beberapa daerah yang diprakirakan berpotensi hujan ringan pada Minggu pagi meliputi Deli Serdang, Humbang Hasundutan, dan Karo. Simalungun, Tapanuli Selatan, serta Tapanuli Tengah juga termasuk dalam daftar wilayah yang perlu diwaspadai.
Selain itu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Selatan, Labuhan Batu, dan Mandailing Natal juga berpotensi mengalami hujan ringan. Kewaspadaan harus ditingkatkan di seluruh wilayah terdampak untuk meminimalisir risiko bencana.
Prakiraan Cuaca dan Suhu di Berbagai Wilayah
Secara umum, cuaca di Sumatera Utara pada Minggu (22/2) pagi diprakirakan cerah berawan di sebagian besar wilayah. Namun, potensi hujan ringan tetap ada di sejumlah lokasi penting yang telah disebutkan BMKG.
Pada siang hari, kondisi cuaca masih cerah berawan dengan potensi hujan ringan di Dairi, Humbang Hasundutan, dan Karo. Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, serta Tapanuli Selatan juga diprakirakan hujan ringan pada periode ini.
Wilayah lain yang berpotensi hujan ringan siang hari adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Langkat, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan Padang Lawas. Masyarakat di area ini perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca.
Malam harinya, cuaca cerah berawan dengan hujan ringan diprakirakan terjadi di Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, dan Padanglawas Utara. Suhu udara rata-rata berkisar antara 13 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembaban 74-100 persen dan angin berhembus 4 hingga 14 km per jam dari barat ke barat daya.
Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Sumatera Utara
Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait kondisi perairan di sekitar Sumatera Utara. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Indah Riandiny Puteri, menyebutkan adanya peluang gelombang tinggi.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan barat Sumatera Utara dan perairan barat Kepulauan Nias. Perairan barat Kepulauan Batu juga termasuk dalam area peringatan ini, menunjukkan kondisi laut yang tidak kondusif.
Peringatan serupa juga berlaku untuk perairan timur Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga timur dengan kecepatan 6-30 knot.
Nelayan yang menggunakan perahu kecil diimbau untuk waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang juga harus meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter demi keselamatan pelayaran.
Sumber: AntaraNews