Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat Sumatera Utara. Peringatan ini mencakup potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai angin kencang dan petir.
Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi pada Senin, 25 Agustus, dan berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir dan tanah longsor yang mungkin terjadi.
Peringatan ini disampaikan oleh Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Putri Diana, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan. Informasi ini sangat krusial agar warga dapat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan untuk menjaga keselamatan diri dan harta benda.
Advertisement
Advertisement
BMKG secara spesifik menyoroti beberapa wilayah di Sumatera Utara yang patut diwaspadai. Area pegunungan, lereng timur, dan pantai timur Sumatera Utara menjadi fokus utama karena potensi hujan sedang yang disertai petir dan angin kencang.
Putri Diana menjelaskan bahwa kondisi ini sangat berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Banjir dan longsor merupakan ancaman nyata yang perlu diantisipasi oleh seluruh elemen masyarakat di wilayah tersebut.
Secara umum, prakiraan cuaca menunjukkan bahwa pada Senin pagi, sebagian besar wilayah Sumatera Utara akan berawan. Namun, pada siang hingga sore hari, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di Binjai, Labuhanbatu Utara, Langkat, dan Asahan.
Advertisement
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi pada malam hari di Langkat, dan pada dini hari di Nias Barat. Suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 14 hingga 36 derajat Celsius, dengan kelembaban udara 59-89 persen. Angin akan berembus dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan 4 sampai 10 kilometer per jam.
Advertisement
Selain peringatan cuaca darat, BMKG juga mengeluarkan imbauan terkait kondisi perairan. Prakirawan Stasiun Meteorologi Stasiun Maritim Belawan, Medan, Indah Riandiby, menyampaikan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara.
Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi mulai tanggal 24 hingga 27 Agustus 2025. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Batu, perairan barat Sumatera Utara, dan perairan timur Kepulauan Nias.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 4-25 knot. Sementara itu, wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan yang sama.
Advertisement
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Pasifik Utara, Maluku, hingga Papua, serta Laut Arafuru. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi para nelayan dan operator kapal yang beraktivitas di perairan tersebut.
Sumber: AntaraNews