BBMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Banjir Rob Banten Pekan Ini
Waspada! BBMKG Wilayah II mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat dan banjir rob Banten pada 17-22 Januari 2026 akibat fenomena atmosfer dan fase Bulan Baru.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Provinsi Banten. Peringatan ini mencakup hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat serta ancaman banjir pesisir atau rob. Kondisi ini diperkirakan akan melanda wilayah Banten pada periode 17 hingga 22 Januari 2026.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini dipicu oleh berbagai faktor atmosfer. Faktor-faktor tersebut meliputi penguatan Monsun Asia, anomali suhu muka laut, hingga keberadaan bibit Siklon Tropis 96S. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi ini.
Selain potensi hujan, Hartanto juga menyoroti adanya fase Bulan Baru yang jatuh pada 19 Januari 2026. Fase Bulan Baru ini berpotensi signifikan dalam meningkatkan ketinggian pasang air laut. Oleh karena itu, potensi banjir rob di wilayah pesisir juga perlu diwaspadai secara serius dalam beberapa hari ke depan.
Fenomena Pemicu Cuaca Ekstrem di Banten
Analisis BBMKG menunjukkan bahwa kondisi cuaca ekstrem di Banten pekan ini bukan tanpa sebab. Penguatan Monsun Asia berperan besar dalam membawa massa uap air yang signifikan ke wilayah Indonesia, termasuk Banten. Situasi ini diperparah dengan adanya anomali suhu muka laut yang mendukung pembentukan awan hujan.
Selain itu, keberadaan bibit Siklon Tropis 96S juga turut berkontribusi terhadap peningkatan intensitas hujan. Bibit siklon ini dapat menarik massa udara dan memicu konvergensi yang memperkuat potensi hujan lebat. Kombinasi dari ketiga fenomena ini menciptakan kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil.
Hartanto secara spesifik menyebutkan bahwa potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 17–19 Januari 2026 perlu diwaspadai. Wilayah yang paling berisiko tinggi adalah Kabupaten dan Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Lebak bagian selatan, serta Pandeglang bagian barat dan selatan. Sementara itu, wilayah seperti Kabupaten Lebak bagian utara, Pandeglang bagian utara dan tengah, Kota Cilegon, serta Serang raya diprediksi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat pada periode yang sama.
Waspada Banjir Rob dan Angin Kencang di Pesisir
Selain ancaman hujan lebat, masyarakat pesisir di Banten juga diminta untuk mewaspadai potensi banjir rob. Fase Bulan Baru pada 19 Januari 2026 diperkirakan akan meningkatkan ketinggian pasang air laut secara signifikan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan genangan air di daratan rendah dekat pantai.
Banjir rob diprediksi terjadi pada 18–22 Januari 2026, mencakup beberapa wilayah pesisir penting. Area yang berpotensi terdampak meliputi Pesisir Utara Tangerang, Pesisir Utara Serang, Pesisir Selatan Pandeglang, dan Pesisir Selatan Lebak. Masyarakat yang tinggal di daerah ini diimbau untuk mempersiapkan diri dan memantau informasi terkini.
Tidak hanya hujan dan rob, BBMKG juga memperingatkan potensi angin kencang dengan kecepatan lebih dari 25 knot. Angin kencang ini diperkirakan terjadi pada 18–21 Januari 2026. Wilayah yang harus ekstra waspada adalah Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan, Lebak bagian selatan, serta Kabupaten Serang bagian barat.
Langkah Antisipasi dan Pemantauan Informasi Resmi
Hartanto menekankan pentingnya peringatan ini mengingat Banten telah mengalami peningkatan curah hujan signifikan dalam sepekan terakhir. Curah hujan tinggi tercatat di Kabupaten Serang mencapai 148 mm/hari, Lebak 145 mm/hari, dan Pandeglang 124 mm/hari. Kondisi ini sebelumnya telah memicu banjir di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang dan Jayanti, Kabupaten Tangerang, serta tanah longsor di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
BBMKG mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, untuk melakukan langkah antisipatif. Langkah-langkah ini termasuk membersihkan saluran air, mengamankan barang berharga, dan menyiapkan rencana evakuasi jika diperlukan. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko dampak bencana.
Untuk memastikan keselamatan, masyarakat dianjurkan untuk terus memantau informasi cuaca resmi. Informasi terkini dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG atau media sosial @bmkgwilayah2. Pemantauan rutin akan membantu masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat dan cepat.
Sumber: AntaraNews