Dukung Regulasi Komisi Ojol 8 Persen, GoTo Beberkan 4 Strategi Implementasinya
Kebijakan ini menetapkan skema bagi hasil 92 persen untuk mitra pengemudi dari setiap pendapatan perjalanan layanan roda dua (GoRide).
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO yang menaungi Gojek mendukungan penuh dan komitmen konkret terhadap arahan kebijakan pemerintah terkait komisi ojek online.
Kebijakan ini menetapkan skema bagi hasil 92 persen untuk mitra pengemudi dari setiap pendapatan perjalanan layanan roda dua (GoRide). Dengan aturan ini, Perusahaan akan menerima potongan komisi sebesar 8 persen, dibanding sebelumnya sebesar 20 persen.
"Kebijakan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Hari Kebangkitan Nasional di era digital. Seperti yang telah kami sampaikan dalam berbagai momentum sebelumnya, termasuk pada pengumuman program dukungan kesejahteraan Bakti GoTo untuk Negeri, serta peluncuran 7 Inisiatif Apresiasi Mitra terbaru, kesejahteraan mitra driver akan selalu menjadi prioritas utama bagi Perusahaan," ucap Direktur Utama/CEO GoTo, Hans Patuwo saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5).
Perusahaan menyampaikan apresiasi dan penghargaan tertinggi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas kepemimpinan beliau, serta kepada Dewan Perwakilan Rakyat atas dukungan legislatif yang kuat demi kesejahteraan pekerja transportasi online Indonesia.
Sebagai bentuk dukungan terhadap arahan Presiden terkait kebijakan skema bagi hasil ojek online, Gojek dan GoTo menyiapkan empat langkah konkret.
Empat Langkah Konkret Gojek dan GoTo
Untuk mendukung arahan pemerintah terkait skema bagi hasil ojek online, Gojek dan GoTo mengumumkan empat langkah yang akan dilakukan:
Empat langkah itu itu, kata Hans, pertama, komisi ojek online. Perusahaan akan menyesuaikan skema bagi hasil layanan roda dua sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini akan menyesuaikan komponen pendapatan Perusahaan dari layanan transportasi online roda dua (GoRide), namun hal ini merupakan investasi jangka panjang demi ekosistem yang lebih berkesinambungan.
Sebagaimana diketahui, dalam aturan itu, mitra pengemudi mendapatkan 92 persen dan perusahaan ojol 8 persen.
Langkah kedua yakni penghapusan 'Program Langganan GoRide Hemat' untuk mitra pengemudi. Hans menjelaskan sebagai bagian dari penyesuaian menyeluruh, Gojek akan menghentikan 'program langganan GoRide Hemat' untuk mitra pengemudi. Program ini diuji coba sejak bulan November 2025 dan diperluas sejak bulan Februari 2026.
Setelah berjalan tiga bulan dan kajian menyeluruh, Perusahaan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi.
Oleh karena itu, Gojek memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat.
Penghapusan program langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak. Ke depannya, GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8% seperti GoRide Reguler.
Oleh sebab itu, akan ada penyesuaian harga konsumen yang moderat pada GoRide Hemat, dan di saat yang sama Gojek memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat.
"Penyesuaian ini akan bermanfaat bagi mitra pengemudi dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi,” ujarnya.
Langkah Ketiga dan Keempat
Ketiga, Gojek terus memprioritaskan program kesejahteraan mitra pengemudi.
Sebagai bagian dari komitmen yang terus dipegang, pihaknya terus memastikan seluruh program kesejahteraan mitra pengemudi yang telah berjalan tetap menjadi prioritas, seperti Program Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan anak mitra pengemudi, Umroh gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, dan Cek Kesehatan Gratis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan terus dilanjutkan.
Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan mitra dan keluarga ini sejalan dengan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 yang diusung pemerintah, khususnya misi meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas serta misi pemerataan ekonomi.
Langkah keempat, Gojek dan GoTo akan terus berkelanjutan. GoTo adalah ekosistem yang terus bertumbuh. Layanan teknologi finansial, logistik/pengantaran dan lini bisnis lainnya dalam GoTo berkembang dengan cepat dan baik.
Perubahan skema bagi hasil pada layanan roda dua (GoRide) tentu akan memberikan tantangan dan berdampak terhadap penurunan pendapatan Gojek pada lini bisnis GoRide.
Namun demikian, pihaknya percaya kekuatan ekosistem ini memberikan fondasi yang kuat bagi Gojek untuk terus bertumbuh, sekaligus menjaga keunggulan layanan.
"Melalui kekuatan ekosistem dan inovasi yang berkelanjutan, kami optimis dapat melakukan penyesuaian dengan baik, sekaligus menjaga stabilitas jangka panjang Gojek dan GoTo," pungkasnya.