Bos Danantara sebut Akuisisi GoTo dan Grab Harus Sesuai Prinsip B2B
Danantara menegaskan wacana keterlibatan dalam potensi akuisisi antara GoTo dan Grab sepenuhnya mengikuti aturan B2B.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa wacana keterlibatan Danantara dalam potensi akuisisi antara GoTo dan Grab akan sepenuhnya mengikuti prinsip business to business (B2B).
Menurutnya, keputusan terkait aksi korporasi itu bukan berada di tangan pemerintah atau pihak ketiga, melainkan sepenuhnya menjadi urusan antara kedua perusahaan publik tersebut.
“Nah, kalau soal itu nanti kita serahkan balik ke perusahaan masing-masing. Kan pemerintah juga ada ngasih masukan, kita pasti ngikutin masukannya dari pemerintah. Tapi yang paling penting unsur B2B-nya,” kata Pandu saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Selasa (11/11).
Ia menekankan bahwa Danantara tetap membuka ruang untuk memberikan dukungan bila prosesnya jelas dan memiliki nilai ekonomi yang sepadan.
Pandu juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kepatuhan terhadap regulasi dan pencapaian commercial return.
“Mereka harus ngikutin B2B, kita lihat prosesnya. Nantinya kita pasti akan support, tapi kita lihat. Karena yang penting juga dari sisi commercial return harus ada,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan investor institusi seperti Danantara harus selalu didasari pada potensi keuntungan yang rasional dan berkelanjutan.
Perusahaan Publik Harus Tetap Transparan dan Hati-Hati
Pandu mengingatkan baik GoTo maupun Grab adalah perusahaan terbuka (Tbk), sehingga setiap langkah strategis yang diambil harus sesuai dengan tata kelola perusahaan publik.
Masukan pemerintah, lanjut dia, tetap menjadi faktor penting dalam memastikan proses berjalan sesuai dengan arah kebijakan ekonomi digital nasional. Namun, keputusan akhir tetap berada pada logika bisnis kedua entitas.
“Jadi, kita harus juga menjaga itu. Tapi kita tentu mendengarkan masukan pemerintah itu pasti sangat baik, inginnya. Tapi tentu kita harus fokus B2B antara kedua perusahaan itu. Dan juga jangan lupa mereka berdua perusahaan TBK loh. Jadi, harus hati-hati loh kita ngomongnya,” pungkasnya.
Awal Isu
Sebelumnya, beredar kabar jika Danantara terlibat dalam diskusi awal untuk mengakuisisi saham minoritas GoTo ditengah rencana penggabungan dengan Grab.
Isu bergabungnya Grab dan GoTo ini memang telah menjadi perbincangan dalam beberapa waktu ke belakang.