Isu Merger GoTo dan Grab Bakal Libatkan Danantara? Rosan Roeslani Beri Penjelasan
Rosan mengatakan bahwa perkembangan terkait potensi konsolidasi itu masih berada pada tahap awal dan perlu diberi ruang agar berlangsung secara natural.
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslan menegaskan bahwa pihaknya belum terlibat dalam dinamika isu merger antara GoTo dan Grab yang belakangan menjadi sorotan. Saat dikonfirmasi, Rosan menyatakan bahwa proses yang terjadi saat ini masih berada di ranah kedua perusahaan tersebut.
"Ya, itu kan mereka sedang berjalan dulu ya, biarkan dulu itu berjalan lah," kata Rosan saat ditemui usai menghadiri PLN CEO Forum, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (26/11).
Rosan mengatakan bahwa perkembangan terkait potensi konsolidasi itu masih berada pada tahap awal dan perlu diberi ruang agar berlangsung secara natural.
Danantara Buka Ruang Dukungan
Sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menekankan bahwa Danantara tetap membuka ruang untuk memberikan dukungan bila proses merger jelas dan memiliki nilai ekonomi yang sepadan.
Pandu juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kepatuhan terhadap regulasi dan pencapaian commercial return.
"Mereka harus ngikutin B2B, kita lihat prosesnya. Nantinya kita pasti akan support, tapi kita lihat. Karena yang penting juga dari sisi commercial return harus ada," ujarnya.
Harus Hati-Hati
Pandu mengingatkan bahwa baik GoTo maupun Grab adalah perusahaan terbuka (Tbk), sehingga setiap langkah strategis yang diambil harus sesuai dengan tata kelola perusahaan publik.
Menurut Pandu, masukan pemerintah tetap menjadi faktor penting dalam memastikan proses berjalan sesuai dengan arah kebijakan ekonomi digital nasional. Namun, keputusan akhir tetap berada pada logika bisnis kedua entitas.
"Jadi, kita harus juga menjaga itu. Tapi kita tentu mendengarkan masukan pemerintah itu pasti sangat baik, inginnya. Tapi tentu kita harus fokus B2B antara kedua perusahaan itu. Dan juga jangan lupa mereka berdua perusahaan TBK loh. Jadi, harus hati-hati loh kita ngomongnya," pungkasnya.