Langgar Gencatan Senjata, Operasi Militer Israel Tewaskan Komandan Brigade Al-Qassam di Gaza
Kelompok Hamas mengumumkan kematian salah satu komandan mereka di Gaza Izz ad-Din al-Haddad akibat serangan Israel.
Kelompok Hamas telah mengonfirmasi bahwa Izz ad-Din al-Haddad, salah satu komandan dari sayap bersenjata mereka, tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di Kota Gaza pada hari Jumat.
Pemerintah Israel menyatakan bahwa Haddad merupakan sosok penting yang terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang memicu konflik bersenjata di Gaza. Mereka juga menyebut Haddad sebagai "salah satu arsitek serangan 7 Oktober", sebagaimana dilaporkan oleh BBC pada Senin (18/5/2026).
Serangan udara tersebut ditujukan kepada sebuah blok apartemen di pusat Kota Gaza yang menyebabkan kebakaran besar. Tiga saksi mata melaporkan kepada BBC bahwa gedung tempat tinggal bernama Al-Mu'taz dihantam oleh tiga rudal yang diluncurkan hampir bersamaan dari dua arah yang berbeda. Tim penyelamat mengalami kesulitan dalam mengevakuasi korban akibat kerusakan yang parah pada bangunan tersebut. Seorang saksi menyatakan bahwa satu jenazah dan beberapa korban luka berhasil dievakuasi dari lokasi serangan.
Tak lama setelah serangan pertama, Israel melanjutkan dengan serangan udara kedua yang menargetkan sebuah mobil yang meninggalkan lokasi kejadian. Menurut sumber lokal dan saksi mata, tiga orang dilaporkan tewas dalam serangan ini.
Sumber setempat menduga bahwa kendaraan tersebut membawa Haddad yang mengalami luka parah akibat serangan pertama. Sejumlah anggota bersenjata Hamas yang mengenakan pakaian sipil juga terlihat mengevakuasi seseorang yang terluka melalui pintu samping gedung sebelum kendaraan itu diserang, yang terjadi sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal.
Seorang pejabat keamanan senior Israel menyatakan bahwa indikasi awal menunjukkan Haddad berhasil menjadi target operasi. Serangan ini berlangsung di tengah gencatan senjata yang telah berlaku di Gaza sejak 10 Oktober lalu. Meskipun demikian, Israel masih terus melancarkan serangan di beberapa wilayah Gaza dengan alasan menargetkan anggota Hamas.
Israel Langgar Gencatan Senjata
Hamas menuduh bahwa Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dan melakukan serangan terhadap warga sipil. Di sisi lain, Israel berpendapat bahwa operasi militernya masih sah dilakukan terhadap target yang dianggap berkaitan dengan Hamas.
Dalam kondisi yang tegang ini, upaya untuk mencapai perdamaian yang difasilitasi oleh Amerika Serikat dilaporkan mengalami kebuntuan. Salah satu isu yang masih menjadi perdebatan adalah tuntutan untuk melucuti senjata Hamas sebagai bagian dari fase lanjutan perjanjian.
Netanyahu dan Katz menegaskan bahwa Israel akan terus melanjutkan operasi militernya terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam serangan yang terjadi pada 7 Oktober.
"Kami akan terus bertindak tegas dan menentukan terhadap siapa pun yang ikut serta dalam pembantaian 7 Oktober," ungkap keduanya dalam pernyataan bersama. Perang di Gaza dimulai setelah serangan Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023, yang menyebabkan sekitar 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera. Sebagai respons, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza, dan Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola oleh Hamas melaporkan lebih dari 72 ribu orang tewas sejak perang dimulai, termasuk ratusan korban setelah gencatan senjata diberlakukan.