VIDEO Israel Serang Pemimpin Hamas di Qatar
Seorang pejabat tinggi Israel mengungkapkan kepada CNN bahwa salah satu sasaran mereka adalah Khalil Al-Hayya, yang menjabat sebagai kepala negosiator Hamas.
Pada hari Selasa (9/9/2025), Israel melancarkan serangan terhadap pimpinan Hamas yang berada di Qatar saat mereka sedang mendiskusikan usulan gencatan senjata di Gaza yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS).
Asap hitam terlihat membubung di atas langit ibu kota Qatar, Doha, dan pihak berwenang setempat telah mengonfirmasi terjadinya serangan tersebut. Namun, belum ada kejelasan mengenai apakah serangan tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Ini merupakan serangan kedua yang menargetkan Qatar dalam hampir dua tahun konflik di Timur Tengah, setelah sebelumnya Iran menyerang pangkalan AS di negara itu, yang terjadi setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 ke wilayah selatan Israel. Qatar sendiri dikenal sebagai mediator utama antara Hamas dan Israel.
Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, mengecam serangan Israel dengan menyatakan, "Semua pihak harus bekerja untuk mencapai gencatan senjata permanen, bukan menghancurkannya."
Meskipun belum jelas bagaimana serangan itu dilaksanakan, juru bicara militer Israel, Kolonel Avichay Adraee, mengkonfirmasi bahwa Angkatan Udara Israel adalah pelaku serangan tersebut. Sementara itu, pesawat-pesawat Qatar Airways dilaporkan tetap mendarat di Doha meskipun serangan berlangsung, dan setidaknya satu pesawat tempur Angkatan Udara Qatar telah lepas landas untuk melakukan patroli di wilayah udara negara tersebut. Pejabat Israel seringkali mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif selama konflik terbaru di Gaza, di satu sisi mengandalkan mediasi dari Qatar, tetapi di sisi lain meragukan komitmen Qatar untuk menekan Hamas.
Tindakan yang tidak berani
Israel mengklaim telah menggunakan senjata presisi dan intelijen tambahan dalam serangan tersebut, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Seorang pejabat Israel, yang berbicara kepada Associated Press secara anonim karena membahas informasi di luar pernyataan resmi, mengonfirmasi bahwa Israel memang menargetkan Hamas yang berada di Qatar.
Qatar mengecam serangan yang dilakukan Israel terhadap markas politik Hamas di Doha, menyebut tindakan tersebut sebagai pengecut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, menekankan bahwa serangan Israel merupakan pelanggaran yang jelas terhadap semua hukum dan norma internasional.
"Qatar tidak akan menoleransi perilaku sembrono Israel, gangguan terhadap keamanan regional, maupun tindakan apa pun yang mengancam keamanan dan kedaulatannya," tegas al-Ansari.