Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pada Rabu (9/10/2025) bahwa Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di Gaza. Pengumuman ini disampaikan melalui platform media sosial Truth Social.
"Ini berarti bahwa SEMUA sandera akan segera dibebaskan dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati sebagai langkah pertama menuju Perdamaian yang Kuat, Tahan Lama, dan Abadi. Semua pihak akan diperlakukan secara adil!" tulis Trump.
Trump juga menyatakan, "Ini adalah hari yang HEBAT bagi dunia Arab dan Muslim, Israel, semua negara di sekitarnya, serta AS, dan kami berterima kasih kepada mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki yang bekerja bersama kami untuk mewujudkan peristiwa bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya ini. Diberkatilah para pembuat damai!"
Namun, masih belum jelas konsesi apa yang akan diberikan oleh masing-masing pihak untuk menghentikan pertempuran yang diawali oleh serangan Hamas ke selatan Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu respons militer Israel ke Gaza pada hari yang sama. Hingga saat ini, serangan Israel telah mengakibatkan lebih dari 60.000 warga Gaza tewas.
Menurut laporan dari The Guardian, Trump, yang bersama dengan sekutu-sekutu Arabnya, telah menyusun rencana perdamaian yang terdiri dari 20 poin. Rencana ini difinalisasi setelah pembicaraan selama tiga hari di Mesir pada minggu ini. Selain itu, Trump juga mengungkapkan bahwa dia akan melakukan perjalanan ke Israel pada akhir pekan ini untuk menyelesaikan apa yang bisa menjadi pencapaian kebijakan luar negeri terbesar dalam masa kepresidenannya.
Advertisement
Seorang pejabat dari Qatar, seperti yang dilaporkan oleh Politico, memberikan pujian atas pencapaian ini melalui akun media sosial X. Ia menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan pada Rabu malam mengenai seluruh syarat dan mekanisme pelaksanaan tahap pertama dari perjanjian gencatan senjata di Gaza. Kesepakatan ini bertujuan untuk menghentikan konflik, membebaskan tahanan Israel dan narapidana Palestina, serta memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan.
"Detail akan diumumkan kemudian," ujarnya. Dalam beberapa minggu terakhir, Trump telah bekerja sama dengan Qatar, terutama dalam upayanya untuk menyatukan dukungan dari sekutu Arab lainnya terhadap rencana perdamaian ini dan meyakinkan Hamas untuk menerima kesepakatan tersebut.
Kesepakatan ini diharapkan dapat membuka jeda ketiga dalam pertempuran yang berlangsung sejak serangan 7 Oktober. Berdasarkan rancangan kesepakatan yang diumumkan Trump kepada publik pekan lalu, Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan pertukaran sandera dan tahanan.
Dengan kata lain, Hamas akan membebaskan sandera warga Israel, sementara Israel akan melepaskan sejumlah tahanan Palestina. Setelah pertukaran tersebut selesai, kedua pihak sepakat untuk menghentikan semua aksi militer.
Dalam tahap kedua dari rancangan awal perdamaian yang diusulkan, Hamas diharuskan untuk segera melepaskan kendali atas Gaza dan menyerahkan fungsi pemerintahan wilayah tersebut kepada perwalian internasional (trusteeship) yang akan diawasi oleh AS dan sekutu Arab. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah semua unsur tersebut telah disetujui oleh semua pihak yang terlibat.