Sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, melanjutkan operasi militer 'Breaking The Sword' dengan serangan penembak jitu yang menargetkan sejumlah tentara pendudukan Israel.
Hamas secara resmi merilis video merekam detik-detik menunjukkan serangan penembak jitu terhadap beberapa tentara pendudukan menggunakan senapan runduk 'Al-Ghoul' di sebelah timur Beit Hanoun, Gaza utara, pada 24 April 2025 lalu.
Dalam video di akun X @warfareanalysis, terlihat rekaman dari teropong pengintai menunjukkan beberapa tentara Israel yang menjadi target serangan. Dari balik reruntuhan bangunan, penembak jitu Hamas langsung melepas tembakan kepada tentara musuh.
Dalam waktu beberapa detik saja, tentara pendudukan langsung berjatuhan. Melansir dari Al Manar TV, Hamas mengumumkan telah melakukan operasi penembak jitu yang menargetkan tentara dan perwira pendudukan Israel di sepanjang Jalan Al-Awda.
Diketahui, jika tentara Israel kembali melanjutkan agresinya dan memperketat pengepungannya di Jalur Gaza pada dini hari tanggal 18 Maret 2025.
Aksinya itu kembali dilakukan setelah jeda dua bulan berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada tanggal 19 Januari. Namun, selama periode gencatan senjata, Israel secara konsisten melanggar ketentuan perjanjian tersebut.
Advertisement
Sebelumnya, Hamas lebih dulu merilis video merekam saat para pejuangnya menyerang konvoi kendaraan militer Israel. Dalam keterangan video, militer Israel disebut awalnya akan menyerang truk pembawa bantuan yang sebelumnya melintas lebih dulu.
Terlihat mereka melakukan konvoi di belakang truk menggunakan kendaraan dengan bendera Israel yang dikibarkan. Brigade Al-Qassam kemudian menyerang mereka dengan cara menembaki kendaraan yang ditumpangi tentara Israel dari dalam semak-semak.
Dengan berani, mereka juga perlahan maju sembari terus menembaki hingga kendaraan akhirnya terbalik. Bantuan pasukan zionis kemudian diterjunkan ke lokasi. Namun mereka pun langsung digulung oleh Brigade Al-Qassam.
Advertisement
Seperti diketahui, usai gencatan senjata tahap satu selesai, Israel ogah meneruskannya. Militer zionis langsung meneruskan bombardirnya ke Gaza. Alhasil ribuan jiwa warga Palestina di Gaza yang tak berdosa kembali melayang.
Secara keseluruhan, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 50.983 warga Palestina dipastikan tewas dan 116.274 terluka dalam perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Ratusan ribu orang telah mengungsi lagi sejak Israel melanjutkan agresinya serta memberlakukan blokade total di Gaza, yang memaksa wilayah tersebut ke dalam keadaan terkepung dan kelaparan.
⚡️BREAKING Al-Qassam Brigades:
— Warfare Analysis (@warfareanalysis) April 26, 2025
In continuation of the "Breaking the Sword" ambush...
Sniping a number of enemy soldiers and officers with Al-Ghoul rifle east of Beit Hanoun in northern Gaza on 24-04-2025 pic.twitter.com/yqyCNscbAu