Danantara Bantah Rencana Akuisisi Saham Mayoritas GoTo di Tengah Rumor Merger
Danantara tetap menyatakan keterbukaannya terhadap peluang investasi yang sejalan dengan visi institusi.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membantah kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya tengah melakukan pembicaraan untuk mengakuisisi saham mayoritas PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, di tengah rumor penggabungan perusahaan tersebut dengan Grab Holdings.
Managing Director Investment Danantara Indonesia, Stefanus Ade Hadiwijaya, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada diskusi terkait akuisisi saham GoTo.
“Saat ini belum ada pembicaraan terkait hal tersebut,” ujar Stefanus dalam pernyataan tertulis, Senin (9/6).
Meski demikian, Danantara tetap menyatakan keterbukaannya terhadap peluang investasi yang sejalan dengan visi institusi. Fokus utama lembaga adalah memperkuat sektor-sektor strategis yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
“Setiap keputusan investasi dilakukan secara selektif, melalui kajian menyeluruh, menerapkan prinsip manajemen risiko yang baik, serta mempertimbangkan potensi imbal hasil yang berkelanjutan bagi negara,” tambahnya.
Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa Danantara tengah menjajaki kemungkinan akuisisi saham minoritas GoTo di tengah isu penggabungan dengan Grab. Rumor ini memicu spekulasi di kalangan pelaku industri digital.
Menanggapi kabar tersebut, Grab Indonesia juga memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa tidak ada rencana merger dengan GoTo. Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, menyatakan bahwa spekulasi yang beredar tidak didasarkan pada informasi yang terverifikasi.
“Grab memahami bahwa ada banyak spekulasi yang beredar terkait merger antara Grab dengan salah satu pelaku industri. Spekulasi tersebut tidak berdasarkan informasi yang terverifikasi, sehingga kami tidak dapat menanggapinya lebih lanjut,” jelas Tirza dalam siaran pers tertanggal Kamis (15/5).
Tirza menambahkan bahwa saat ini Grab lebih memfokuskan perhatian pada pemberdayaan pelaku ekonomi kecil dan menciptakan peluang penghasilan tambahan yang berkelanjutan di Indonesia.
Grab menolak untuk melakukan merger dengan GoTo
Baru-baru ini, Grab Indonesia memberikan penjelasan mengenai rumor yang beredar tentang kemungkinan merger dengan Gojek (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk). Pihak Grab menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Grab memahami bahwa ada banyak spekulasi yang beredar terkait merger antara Grab dengan salah satu pelaku industri. Spekulasi tersebut tidak berdasarkan informasi yang terverifikasi, sehingga kami tidak dapat menanggapinya lebih lanjut," ungkap Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, dalam siaran pers yang dirilis pada Kamis (15/5).
Dia juga menambahkan bahwa saat ini perusahaan lebih memfokuskan perhatian pada upaya pemberdayaan pelaku ekonomi kecil. Grab berkomitmen untuk menciptakan lebih banyak peluang bagi masyarakat agar dapat memperoleh penghasilan tambahan secara mandiri dan berkelanjutan di Indonesia.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya memberikan klarifikasi mengenai spekulasi yang beredar di media tentang kemungkinan terjadinya transaksi dengan Grab. Dalam pengumuman yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak manajemen GOTO menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan atau kesepakatan yang diambil sehubungan dengan rumor tersebut.
"Perseroan mengetahui adanya spekulasi di beberapa media dan rumor yang bergulir kembali mengenai adanya rencana transaksi antara Perseroan dengan Grab," ungkap Sekretaris Perusahaan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, R A Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi Bursa, dikutip Minggu, (11/5/2025). Penegasan ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang tidak berdasar.
Tunjukkan bahwa ada tawaran
Pihak GOTO mengungkapkan bahwa perusahaan secara teratur menerima berbagai tawaran dari pihak luar. Setiap tawaran tersebut akan dipertimbangkan dengan cermat demi kepentingan jangka panjang semua pemangku kepentingan. Melalui pernyataan ini, Perseroan ingin menegaskan bahwa Grup menerima penawaran dari berbagai pihak dan terbuka untuk kemungkinan kerja sama. "Adalah kewajiban Direksi untuk menjajaki secara menyeluruh dan mengevaluasi dengan cermat serta penuh kehati-hatian berbagai penawaran tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham Perseroan, dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi mitra pengemudi, mitra UMKM, pelanggan, karyawan dan seluruh pemangku kepentingan kunci," ujar Sekretaris Perusahaan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, R A Koesoemohadiani, dalam keterbukaan informasi Bursa yang dikutip pada Minggu, (11/5/2025).
Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan konkret yang diambil terkait isu yang beredar. "Namun demikian, sampai dengan tanggal keterbukaan informasi ini, Perseroan belum mencapai keputusan apapun terkait penawaran yang mungkin telah diketahui atau diterima oleh Perseroan," tambah R A Koesoemohadiani.