Gojek Siapkan 4 Langkah Merespons Perpres Ojek Online
Berikut 4 langkah Gojek merespons perpres ojek online.
Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Hans Patuwo mengakui telah mempersiapkan 4 langkah merespons Perpres No 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online (Ojek Daring).
“Saya mewakili keluarga besar Gojek dan Goto menegaskan dukungan penuh terhadap Perpres Nomor 27 Tahun 2026. Empat langkah yang akan dilakukan Gojek sebagai tindak lanjut dari kebijakan Bapak Presiden,” kata Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, dalam Konferensi Pers di Kantor GoTo, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).
Empat langkah itu itu, kata Hans, pertama, komisi ojek online. Perusahaan akan menyesuaikan skema bagi hasil layanan roda dua sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini akan menyesuaikan komponen pendapatan Perusahaan dari layanan transportasi online roda dua (GoRide), namun hal ini merupakan investasi jangka panjang demi ekosistem yang lebih berkesinambungan.
Sebagaimana diketahui, dalam aturan itu, mitra pengemudi mendapatkan 92 persen dan perusahaan ojol 8 persen.
Langkah kedua yakni penghapusan “Program Langganan GoRide Hemat” untuk mitra pengemudi. Hans menjelaskan sebagai bagian dari penyesuaian menyeluruh, Gojek akan menghentikan “program langganan GoRide Hemat” untuk mitra pengemudi. Program ini diuji coba sejak bulan November 2025 dan diperluas sejak bulan Februari 2026.
Setelah berjalan tiga bulan dan kajian menyeluruh, Perusahaan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi.
Oleh karena itu, Gojek memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat.
Penghapusan program langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.
Ke depannya, GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8% seperti GoRide Reguler.
Oleh sebab itu, akan ada penyesuaian harga konsumen yang moderat pada GoRide Hemat, dan di saat yang sama Gojek memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat.
“Penyesuaian ini akan bermanfaat bagi mitra pengemudi dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi,” ujarnya.
Langkah Ketiga dan Keempat
Ketiga, Gojek terus memprioritaskan program kesejahteraan mitra pengemudi.
Sebagai bagian dari komitmen yang terus dipegang, pihaknya terus memastikan seluruh program kesejahteraan mitra pengemudi yang telah berjalan tetap menjadi prioritas, seperti Program Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan anak mitra pengemudi, Umroh gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, dan Cek Kesehatan Gratis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan terus dilanjutkan.
Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan mitra dan keluarga ini sejalan dengan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 yang diusung pemerintah, khususnya misi meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas serta misi pemerataan ekonomi.
Langkah keempat, Gojek dan GoTo akan terus berkelanjutan. GoTo adalah ekosistem yang terus bertumbuh. Layanan teknologi finansial, logistik/pengantaran dan lini bisnis lainnya dalam GoTo berkembang dengan cepat dan baik.
Perubahan skema bagi hasil pada layanan roda dua (GoRide) tentu akan memberikan tantangan dan berdampak terhadap penurunan pendapatan Gojek pada lini bisnis GoRide.
Namun demikian, pihaknya percaya kekuatan ekosistem ini memberikan fondasi yang kuat bagi Gojek untuk terus bertumbuh, sekaligus menjaga keunggulan layanan.
“Melalui kekuatan ekosistem dan inovasi yang berkelanjutan, kami optimis dapat melakukan penyesuaian dengan baik, sekaligus menjaga stabilitas jangka panjang Gojek dan GoTo,” pungkasnya.