Cerita di Balik Helm dan Jaket Ojol, Rasa Aman yang Kini Lebih Nyata
Bagi Febri, bekerja sebagai mitra pengemudi transportasi online bukan hanya soal mengejar penghasilan, tetapi tentang memastikan rasa aman.
Pagi itu, sebelum lalu lintas Surabaya benar-benar padat, Febri sudah lebih dulu menyalakan motornya. Ia mengecek ponsel, memastikan aplikasi aktif, lalu mengenakan helm dan jaket Gojek kebanggaannya. Seperti hari-hari lain, ia akan menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan. Menembus panas, hujan, dan padatnya kendaraan.
Bagi Febri, bekerja sebagai mitra pengemudi transportasi online bukan hanya soal mengejar penghasilan, tetapi tentang memastikan rasa aman dan pulang ke rumah dengan selamat. Dia tahu betul, risiko pekerjaannya tidaklah kecil. "Namanya kerja di jalan, kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi," ujarnya.
Berangkat dari kesadaran itulah, ia harus menyisihkan sebagian pendapatan untuk membayar iuran perlindungan secara mandiri. Tapi, kini ia mengaku lebih lega setelah mengetahui perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan ditanggung perusahaan aplikator. "Kalau amit-amit terjadi apa-apa, saya sudah tenang karena semua di-cover," katanya.
Rasa tenang yang dirasakan Febri juga diamini Farid Setiawan, Kepala KGMP (Keluarga Gojek Merah Putih) sekaligus Ketua Komunitas SGO (Super Gojek Ori). Menurutnya, kepastian adanya jaminan sosial membawa dampak yang jauh melampaui aspek finansial. "Kerja jadi lebih tenang. Kalau suatu hari terjadi hal yang tidak diinginkan, sudah ada perlindungan," ujarnya.
Farid menuturkan, sebelumnya sebagian mitra membayar iuran secara mandiri, ada juga yang memilih tidak peduli atau terpaksa acuh lantaran pendapatan yang tak menentu setiap hari. Maka, ketika inisiatif tersebut muncul, beban finansial menjadi jauh lebih ringan dan keluarga di rumah pun merasa lebih aman.
BPJS Gratis Ojol
Ketua Serikat Pengemudi Online Indonesia (SEPOI), Mahmud, menyebut perlindungan BPJS gratis sebagai salah satu aspirasi yang sejak lama disuarakan para mitra. Ia menilai kebijakan ini mencerminkan adanya perhatian terhadap risiko nyata yang dihadapi pengemudi setiap hari.
"BPJS gratis penting untuk melindungi kami yang sehari-hari kerja di jalan. Ini bentuk perhatian yang nyata karena risiko di lapangan selalu ada," katanya.
Mahmud menambahkan, sebagian besar mitra merupakan tulang punggung keluarga. Setiap hari mereka membawa tanggung jawab besar, sehingga kepastian perlindungan sosial memberi ketenangan yang tidak ternilai.
Di tengah dinamika industri transportasi online yang terus berkembang, perhatian terhadap aspek keselamatan dan jaminan sosial menjadi semakin relevan. Bagi para mitra, perlindungan bukan sekadar program tambahan, melainkan jaring pengaman ketika risiko datang tanpa diduga.
Sorotan terhadap pentingnya perlindungan sosial juga datang dari Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar. Ia menilai langkah perusahaan platform transportasi online seperti Gojek yang menanggung jaminan kecelakaan kerja, kematian, serta kesehatan merupakan perkembangan positif dalam praktik ketenagakerjaan digital.
"Kehadiran program yang membayar jaminan kecelakaan kerja dan kematian beserta jaminan kesehatan adalah langkah signifikan. Ini perlu diikuti aplikator lain agar pekerja terlindungi ketika menghadapi risiko," ujarnya.
Inisiatif GoTo
Bagi para pengemudi seperti Febri, pernyataan itu mungkin terdengar sebagai kebijakan di tingkat industri. Namun di lapangan, maknanya sederhana, bekerja dengan lebih tenang hari ini, dan pulang dengan rasa aman untuk esok yang lebih pasti.
Sebelumnya, Goto yang membawahi Gojek mengungkapkan perusahaan merilis empat inisiatif, salah satunya membiayai BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan khusus untuk mitra juara.
Setelah dimulai di Surabaya pada Desember 2025, GoTo memperluas manfaat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan bagi ratusan ribu mitra terbaik, dilengkapi dengan program keselamatan Gojek yang komprehensif. Para Mitra Juara se-Indonesia dapat menerima manfaat program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan mulai 1 Februari 2026.
Tiga inisiatif lainnya yakni Bonus Hari Raya, Bursa Kerja Mitra Gojek dan Beasiswa untuk Mitra/ Keluarga, dan Usaha Mitra Swadaya. "Bagi GoTo, kesejahteraan mitra bukan hanya soal pendapatan harian, tetapi juga rasa aman, penghidupan yang layak, serta kesempatan untuk terus maju bersama keluarganya," kata Direktur Utama dan CEO GoTo Hans Patuwo di Jakarta.
"Kami ingin memastikan mitra terlindungi hari ini, sekaligus memiliki peluang yang lebih baik untuk masa depan."