Apsifor Sebut Diplomat Kemlu Tewas Dikenal Sebagai Sosok yang Bisa Diandalkan dan Kolega Positif
Apsifor HIMPSI, Nathanael E. J. Sumampouw mengatakan, korban dikenal sebagai sosok yang bisa diandalkan oleh rekan kerjanya.
Polda Metro Jaya telah mengungkap kasus kematian staf atau karyawan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yakni ADP (39), yang tewas dengan wajah dililit lakban di kosan kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7). Hasilnya, tidak ada peristiwa pidana dalam perkara tersebut.
Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) HIMPSI, Nathanael E. J. Sumampouw mengatakan, korban dikenal sebagai sosok yang bisa diandalkan oleh rekan kerjanya. Hal ini dikatakannya untuk memastikan tidak adanya aksi bullying terhadap ADP.
"Mengenai bullying kami mendapatkan data malah sebaliknya. Di lingkungan kerja yang bersangkutan dipersepsikan oleh atasan sebagai staff yang sangat bisa diandalkan," kata Nathanael dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/7).
"Dipersepsikan oleh rekan kerja menjadi kolega yang sangat positif, bertanggungjawab dan juga tempat bertanya dan juga memberikan motivasi kepada rekan kerja dan kebudayaan kepada junior," dia menambahkan.
Alami Tekanan Psikologis
Dalam kesempatan itu, dirinya menyebut jika korban mengalami tekanan psikologis dalam situasi akhirnya.
"Kami menemukan bahawa di situasi akhir kehidupannya yang bersangkutan mengalami satu tekanan psikologis. Lalu berkaitan dengan perilaku self harm, memang itu sesuatu yang umumnya pada beberapa kasus dilakukan individu," jelasnya.
"Namun pada orang yang berinteraksi dnegan yang bersangkutan di periode terkahir kehidupannya, tidak teramati hal tersebut," katanya.