Polda Metro Jaya hari ini menggelar konferensi pers mengungkap perkara kematian staf atau karyawan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yakni ADP (39).
Korban diketahui tewas dengan wajah dililit lakban di kosan kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7).
Anggota tim digital forensik Dit Ressiber Polda Metro Jaya, Ipda Saji Purwanto mengatakan, pihaknya menemukan beberapa segmen dari akun Yahoo milik korban dengan mesin pencarian bunuh diri.
"Kami jelaskan bahwa yang kami lakukan dengan beberapa pencarian terkait bunuh diri, itu kami temukan di akun yahoo-nya yang dikirim dari tahun 2013 sebanyak 11 segmen," kata Saji saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/7).
Advertisement
Tidak ada pencarian bunuh diri dengan lakban
"Di tahun 2021 itu 9 segmen ke salah satu badan yang menyediakan layanan dukungan emosional rahasia bagi orang yang merasa tertekan dan putus asa dan termasuk yang dapat menimbulkan bunuh diri," sambungnya.
Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa tidak ada pencarian terkait dengan bunuh diri dengan cara membungkus atau melilit kepala dengan lakban.
"Nah yang dicari apakah ada pencarian atau keyword lakban atau dibungkus kepalanya. Saya katakan itu tidak ada, tapi diinformasi di email pada 2021," tegasnya.
Namun, dari sembilan segmen yang ditemukan itu. Ternyata ada cerita dari korban di mana jika melihat gedung ingin melompat atau mengakhiri hidupnya.
"Pada intinya dari sembilan segmen itu korban ini sedang bercerita, ketika melihat gedung ini ingin mencari cara untuk loncat dari atas. Kemudian kalau melihat pantai ingin menenggelamkan diri intinya seperti itu," pungkasnya.