Terima Ancaman? Keluarga Diplomat Tewas Terlilit Lakban Arya Daru Ajukan Perlindungan ke LPSK

Mereka adalah istri Daru yakni Meta Ayu Puspitantri beserta dua anaknya, lalu kedua mertua, kedua orang tua, dan kakak ipar Arya Daru.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Terima Ancaman? Keluarga Diplomat Tewas Terlilit Lakban Arya Daru Ajukan Perlindungan ke LPSK
Terima Ancaman? Keluarga Diplomat Tewas Terlilit Lakban Arya Daru Ajukan Perlindungan ke LPSK (Merdeka.com)

Keluarga almarhum diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Penasihat hukum keluarga Daru, Nicholay Aprilindo mengatakan ada delapan anggota keluarga Daru yang meminta perlindungan ke LPSK. Mereka adalah istri Daru yakni Meta Ayu Puspitantri beserta dua anaknya, lalu kedua mertua, kedua orang tua, dan kakak ipar Arya Daru.

"(Yang memohon) istri dengan 2 anak yang masih kecil-kecil, mertua, ayah beserta istri serta kakak Istri almarhum yang selalu bersuara meminta kematian misterius almarhum ADP (Arya Daru) diusut tuntas," kata Nicholay saat dihubungi, Jumat (12/9).

Nicholay menjelaskan permintaan perlindungan pada LPSK ini karena adanya kemungkinan ancaman atau intimidasi langsung maupun tidak langsung kepada keluarga.

"Permohonan perlindungan saksi dan korban dari berbagai kemungkinan ancaman, intimidasi, teror baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap keluarga," urai Nicholay.

Nicholay menceritakan ada beberapa teror yang selama ini dialami keluarga Daru. Teror ini diantaranya yakni sehari setelah pemakaman Daru, saat acara doa bersama ada orang tak dikenal yang mengirim amplop coklat kepada keluarga.

Polisi Pertimbangkan Temuan Keluarga Soal Kasus Kematian Diplomat Arya Daru
Polda Metro Jaya Jumpa Pers Kasus Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan (Foto: Merdeka.com/Nur Habibie) © 2025 Liputan6.com

Pengacara Sebut Keluarga Terima Paket Misterius

Amplop itu dititipkan pada asisten rumah tangga (ART) keluarga istri Daru. Saat dibuka amplop itu berisikan tiga benda berbentuk bunga, bintang dan hati. Tiga benda ini dibuat dengan bahan gabus berwarna putih.

Tak hanya itu, ditanggal 27 Juli 2025, kata Nicholay, makam Daru diduga mengalami perusakan dengan diacak-acak dan ada bekas galian di dekat kayu nisan. Selain itu ada juga bunga jenis melati yang diletakkan di atas makam Daru.

Nicholay menambahkan usai dirinya ditunjuk menjadi kuasa hukum, ancaman atau teror pada keluarga Daru tak lagi terjadi.

"Ancaman-ancaman secara kasat mata secara langsung sejak ditunjuknya penasihat hukum tidak ada lagi," tutur Nicholay.

Rekomendasi