Akhir Pelarian Tiga Rampok Mobil ASN Dinkes Sumsel yang Viral
Perampokan ini sempat viral di media sosial. Pelaku meninggalkan korban di pinggir jalan di Pemulutan, Ogan Ilir, beberapa hari lalu.
Polisi meringkus tiga perampok wanita aparatur sipil negara (ASN) Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Widia Aprianti (43). Untuk mengelabui petugas, pelaku langsung mengganti pelat mobil.
Perampokan ini sempat viral di media sosial. Pelaku meninggalkan korban di pinggir jalan di Pemulutan, Ogan Ilir, beberapa hari lalu.
Para pelaku diamankan dalam pelariannya di Lahat, Rabu (8/1). Mereka dibawa ke Mapolda Sumsel untuk pemeriksaan.
"Benar, tiga pelaku sudah ditangkap di Lahat, sekarang lagi diperiksa di Jatanras," ungkap Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo, Kamis (9/1).
Anwar menyebut, para pelaku membawa kabur mobil Honda Jazz milik korban dengan nomor polisi B 1735 NMV. Setelah berhasil merebut mobil korban, pelaku kemudian langsung melarikan diri dan mengubah pelat kendaraan itu menjadi BG 1544 QE gar tidak dicurigai.
"Kami masih dalami peran masing-masing dan siapa dalang perampokan," kata Anwar.
Kronologi Perampokan
Diketahui, perampokan terhadap korban terjadi pada Senin (6/1). Korban mulanya mengendarai mobil dari arah Plaju menuju Jakabaring dan saat melintas di bawah Simpang Flyover Jakabaring, diberhentikan oleh seorang pelaku berjenis kelamin laki-laki.
Pada saat itu pintu mobil korban tidak terkunci dan pelaku langsung memasuki mobil korban. Pelaku menodongkan sebuah pisau ke arah korban dan menyuruh korban untuk tetap menjalankan mobil.
Lalu pelaku menjemput dua orang temannya di Jakabaring. Pada saat tiga orang pelaku berada di dalam mobil, mereka menyuruh korban duduk di bangku belakang.
Para pelaku mengambil handphone korban. Tiba di Desa Kedukan Bujang, Pemulutan, Ogan Ilir, korban diturunkan di pinggir jalan dan para pelaku kabur ke arah Kayuagung.
Seorang warga yang melintas membantu korban dan mengantarkannya ke Polsek Tanjung Raja untuk meminta pertolongan. Selanjutnya, korban diarahkan ke Polres Ogan Ilir melaporkan kejadian tersebut. Namun korban memutuskan melapor ke Polda Sumsel dengan pertimbangan berdomisili di Palembang.