5 Anggota BPK Terjaring OTT KPK Terlibat Dugaan Korupsi Pengadaan Smart TV Pemkab Muara Enim
Menurut Budi, mereka diduga terlibat sejumlah pengadaan yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo mengungkap, lima anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang terjerat operasi tangkap tangan alias OTT berada di dua wilayah, Jakarta dan Sumatera Selatan.
Menurut Budi, mereka diduga terlibat sejumlah pengadaan yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
"Ada yang diamankan juga baik di wilayah Jakarta maupun Sumatera Selatan. (OTT) mereka berkaitan untuk menutup temuan-temuan BPK berkaitan pengadaan-pengadaan di Pemkab Muara Enim. Salah satunya pengadaan Smart TV tersebut," kata Budi saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Rabu (10/6).
Terkait barang bukti dari mereka yang ditangkap tangan, Budi mengatakan bakal disampaikan segera. Namun dia memastikan, barang bukti anggota BPK masih berkaitan dengan kasus OTT yang menjerat Bupati Muara Enim senilai Rp500 juta.
Barang Bukti Masih Berkaitan
"Ini juga cross juga ya dari perkara kemarin karena dari Rp500 juta yang diberikan dari pihak swasta kepada pihak di Pemkab ini, sebagian ada yang dibawa oleh pihak Pemkab Muara Enim yang kemarin dilakukan tangkap tangan, sebagian lagi untuk dugaan pemberian suap berkaitan dengan temuan BPK. Artinya memang barang bukti ini pun masih berkaitan," ungkap Budi.
KPK Belum Merinci
Budi belum merinci siapa saja lima orang yang terkena OTT KPK dari anggota BPK ini. Dia memastikan hal itu akan disampaikan saat penyelidikan sudah selesai dilakukan. Termasuk konstruksi perkaranya.
"Nanti kita lihat ya berkaitan dengan pihak-pihak dipanggil, diperiksa, dimintai keterangan untuk menjelaskan bagaimana konstruksi perkara," katanya.