OTT Bupati Muara Enim Diduga Pengembangan Penangkapan Pejabat Diknas, ASN Kaget KPK Tiba-Tiba Datang
KPK bergerak ke Muara Enim, Senin (8/6). Penyidik KPK membagi dua tim dengan sasaran berbeda menggunakan dua mobil.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Muara Enim Edison dan sejumlah pihak lain. Belum diketahui pasti kasus yang menimpa para pejabat itu.
Informasi yang diterima, KPK awalnya menangkap dua pejabat tinggi di Pemkab Muara Enim, Minggu (7/6). Keduanya adalah mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muara Enim yang kini menjabat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muata Enim inisial RH dan Sekretaris Disdikbud Muara Enim inisial AN.
Kemudian penyidik KPK bergerak ke Muara Enim, Senin (8/6). Penyidik KPK membagi dua tim dengan sasaran berbeda menggunakan dua mobil.
Pada pukul 14.00-15.00 WIB, salah satu tim menggeledah dan menyegel Disdikbud Muara Enim. Di sana, penyidik membawa alat bukti.
Kemudian pukul 15.00 WIB, tim penyidik yang satunya menangkap Bupati Muara Enim Edison di rumah dinasnya. Dia dibawa ke Palembang dan selanjutnya diterbangkan ke Jakarta.
Pukul 15.54 WIB, tim penyidik mendatangi kantor Bupati Muara Enim. Di sana, penyidik menggeledah dan menyegel ruang kerja Asisten II dan ruang kerja Bupati Muara Enim.
Buat ASN Heboh
Kedatangan KPK sontak membuat aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Muara Enim heboh. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi sampai terjadi penyegelan ruangan kepala daerah itu.
"Ramai tadi, kami heboh semua kok tiba-tiba ada KPK. Kalau sekarang sudah sepi," kata salah seorang ASN Pemkab Muara Enim.
Para ASN baru mendapat informasi bahwa KPK menangkap Bupati Muara Enim dan sejumlah pejabat lain. Hanya saja mereka masih menunggu informasi kelanjutannya.
"Kami juga masih menunggu informasi dari KPK. Kalau soal info berseliweran sekarang, kami kurang tahu juga," kata dia.