Trump 'Ngambek' Ejek 2 Sekutu: Spanyol Pecundang, Inggris Mengecewakan!
Trump masih kesal karena kedua negara sekutunya itu tak mau mendukung dalam perang melawan Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kekesalannya terhadap dua negara sekutu, Spanyol dan Inggris. Keduanya menyatakan secara terbuka tidak ingin terlibat peperangan antara AS-Israel dan Iran.
Trump bahkan seakan mengejek kedua sekutunya, seperti dikutip New York Post, Jumat (6/3). "Kita memiliki banyak pemenang, tetapi Spanyol adalah pecundang, dan Inggris sangat mengecewakan," kata Trump dalam sebuah wawancara telepon.
Trump mengatakan Spanyol sangat bermusuhan dengan NATO. "Mereka tidak membayar iuran mereka mereka satu-satunya yang memilih menentang pembayaran 5 persen, dan mereka sangat bermusuhan dengan semua orang," katanya, merujuk pada komitmen aliansi untuk menyumbangkan 5 persen dari PDB setiap negara untuk pertahanan.
"Bukan pemain tim, dan kita juga tidak akan menjadi pemain tim dengan Spanyol," katanya.
Ditanya tentang laporan Telegraph bahwa ia juga menyebut Starmer sebagai 'pecundang' dalam percakapan pribadi, Trump menjawab dengan lugas. Awal pekan ini, Trump secara terbuka mengkritik Starmer atas tanggapannya terhadap konflik yang melibatkan Iran.
Berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengatakan Starmer "bukan Winston Churchill" dan menuduhnya merusak hubungan internasional. "Yah, dia bukan Winston Churchill, biar saya katakan seperti itu," kata Trump, menurut New York Post.
Trump Frustasi
Dalam laporan tersebut, menyebut Trump sedang frustasi lantaran Starmer tak juga mengizinkan AS menggunakan pangkalan militer Inggris dalam kampanye pengeboman Amerika dan Israel terhadap Iran.
Starmer pada hari Kamis membela keputusan untuk tidak bergabung dengan serangan AS-Israel terhadap Iran, mengatakan solusi terbaik untuk masalah ini adalah 'penyelesaian yang dinegosiasikan dengan Iran, di mana ambisi nuklir mereka.'
Kecewa dengan Inggris
"Itu sangat mengecewakan, kinerjanya, terkait dengan serangan besar-besaran kita terhadap negara yang bermusuhan," kata Trump. "Dia seharusnya memberi kita, tanpa pertanyaan atau keraguan, hal-hal seperti pangkalan di mana kita dapat menggunakan yang lain."
Trump mengatakan dia baru-baru ini berbicara dengan Starmer tanpa memberikan informasi lebih lanjut. "Saya sangat terkejut dengan Keir. Sangat kecewa. Saya akur dengannya. Tapi dia, terkadang dia tidak melakukan hal-hal yang seharusnya dia lakukan," kata Trump.