Hotel Burj Al Arab Tutup 18 Bulan untuk Renovasi di Tengah Penurunan Wisawatan Imbas Perang AS-Iran
Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, pemilik hotel Jumeirah mengatakan pekerjaan yang telah lama ditunggu akan secara bertahap selama sekitar 18 bulan.
Uni Emirat Arab (UEA) terkena imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Iran menargetkan pangkalan militer milik AS yang berada di UEA.
Imbasnya, pariwisata di negara tersebut anjlok. Hal itu dimanfaatkan manajemen Hotel Burj Al Arab yang terkenal di Dubai menutup sementara hotelnya selama 18 bulan untuk renovasi. Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, pemilik hotel Jumeirah mengatakan pekerjaan yang telah lama ditunggu akan dilakukan secara bertahap selama sekitar 18 bulan, dipimpin oleh arsitek interior yang berbasis di Paris, Tristan Auer.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan apakah hotel berbentuk layar tersebut akan tetap buka, tetapi seorang anggota staf mengatakan kepada Reuters bahwa hotel tersebut akan ditutup dan akan menawarkan akomodasi alternatif di hotel-hotel terdekat kepada tamu yang telah melakukan pemesanan selama pekerjaan berlangsung.
Bersama dengan Burj Al Khalifa dan Palm Islands, Burj Al Arab adalah salah satu bangunan paling terkenal di dunia di Dubai, tetapi mengalami kerusakan akibat puing-puing dari serangan pesawat tak berawak Iran pada bulan Maret, dikutip middleeasteye.net, Kamis (16/4).
Meski Jumeirah dalam pernyataannya tidak menyinggung perang AS-Iran, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa serangan Iran terhadap UEA dan negara-negara Teluk lainnya yang menjadi tuan rumah pangkalan AS telah memicu eksodus ekspatriat dan wisatawan asing dari wilayah tersebut.
Hanya sebulan setelah konflik dimulai, yang bermula ketika Israel dan AS menyerang Iran pada akhir Februari, lebih dari USD120 miliar dilaporkan hilang dari kapitalisasi pasar di bursa saham Dubai dan Abu Dhabi, sementara lebih dari 18.400 penerbangan dibatalkan.
Hal ini telah merusak reputasi yang dibangun oleh negara Teluk tersebut sebagai tujuan yang stabil dan aman bagi bisnis dan wisatawan di wilayah yang seringkali bergejolak.
Ekonomi UEA Ditopang Parwisata
Tidak seperti Arab Saudi dan Oman, yang pasar sahamnya naik karena harga minyak yang lebih tinggi, model ekonomi global Uni Emirat Arab (UEA), yang dibangun di atas pariwisata, real estat, logistik, dan keuangan, telah terkena dampak langsung.
Perang AS-Iran
Pada tanggal 28 Maret, Iran telah meluncurkan 398 rudal balistik, 1.872 drone, dan 15 rudal jelajah ke UEA, menjadikannya negara yang paling banyak menjadi sasaran setelah sekutu dekatnya, Israel.
Meskipun sebagian besar berhasil dicegat, puing-puing tetap menyebabkan kerusakan di Abu Dhabi dan Dubai, termasuk di Burj Al Arab, Palm Jumeirah, bandara Dubai, dan zona industri minyak Fujairah.