Tangis Nanik S Deyang di Depan Presiden Prabowo Usai Dilantik jadi Kepala BGN
Air mata Nanik pun keluar saat Prabowo menghampirinya. Dia lantas mengambil tisu di kantong roknya dan mengelapnya ke matanya.
Nanik S. Deyang menangis terharu usai dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Neyara Jakarta, Senin (8/6). Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usai mengucapkan sumpah jabatan, Prabowo menghampiri Nanik dan para pejabat lain yang dilantik. Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan pejabat negara hendak mengucapkan selamat kepada Nanik.
Air mata Nanik pun keluar saat Prabowo menghampirinya. Dia lantas mengambil tisu di kantong roknya dan mengelapnya ke matanya.
Nanik kembali menangis terharu saat mendapat ucapan selamat dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Dia sempat berbincang sejenak dengan Burhanuddin.
Hal yang sama juga dilakukan Nanik saat disalami Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Nanik menyampaikan terima kasih kepada Listyo.
"Pak Kapolri terima kasih, mohon bantuannya," ucap Nanik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik tiga pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara Jakarta, Senin (8/6). Mereka menggantikan tiga pimpinan lama yang ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Adapun pejabat yang dilantik yakni Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Nanik sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN.
Selain itu, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Agustima sebelumnya menjabat Wakil Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sedangkan Trenggono menjabat Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Pengucapan Sumpah Jabatan
Pelantikan dilakukan berdasarkan 18/M Tahun 2026 Keputusan Presiden (Keppres) tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Badan Kepala Badan Gizi Nasional serta Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Kepala BPKP.
Prabowo lantas membimbing Nanik dan dua pimpinan BGN lainnya membacakan sumpah dan jabatan. Mereka berjanji akan menjalankan tugas sebaik-baiknya dan menjunjung tinggi etika jabatan.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata para pimpinan BGN membacakan sumpah jabatan.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tangung jawab," sambungnya.