FOTO: Perang Iran AS dan Israel Picu Kerugian Pariwisata Timur Tengah Rp 10 Triliun Per Hari
Perang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dilaporkan mulai menekan industri pariwisata di kawasan Timur Tengah.
Aktivitas pariwisata di kawasan Timur Tengah dilaporkan melambat di tengah meningkatnya ketegangan regional yang berkaitan dengan konflik Iran. Kondisi tersebut terlihat dari suasana lengang di sejumlah destinasi wisata yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.
Di kawasan pasar wisata Al Seef yang berada di dekat Al Fahidi Historical Neighborhood sepanjang Dubai Creek, misalnya, suasana yang biasanya dipadati pengunjung tampak jauh lebih sepi. Di salah satu kafe yang kosong, seorang pria terlihat tertidur di atas meja pada Jumat (13/3/2026), mencerminkan berkurangnya aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Konflik regional yang melibatkan Iran serta ketegangan dengan Israel dan United States dilaporkan memberi dampak signifikan terhadap sektor perjalanan dan pariwisata Timur Tengah. Kerugian industri ini diperkirakan mencapai sekitar €515 juta atau sekitar Rp 10 triliun per hari.
Perhitungan tersebut merujuk pada proyeksi sebelum konflik pada 2026 yang disusun oleh World Travel & Tourism Council. Lembaga tersebut sebelumnya memperkirakan pengeluaran wisatawan internasional di kawasan Timur Tengah dapat mencapai €178 miliar atau sekitar Rp3.470 triliun sepanjang tahun ini.
Situasi keamanan juga berdampak pada sektor penerbangan regional. Sejumlah pusat penerbangan utama di kawasan seperti Abu Dhabi, Dubai, Doha, dan Manama biasanya melayani sekitar 526.000 penumpang setiap hari.
Namun, angka tersebut dilaporkan menurun tajam setelah penutupan beberapa wilayah udara yang menyebabkan sejumlah penerbangan dihentikan atau dialihkan. Kondisi ini turut memengaruhi lalu lintas penerbangan internasional yang selama ini menjadikan Timur Tengah sebagai salah satu pusat transit global
Secara global, kawasan Timur Tengah menyumbang sekitar 14 persen dari lalu lintas transit internasional karena posisinya yang strategis sebagai penghubung antara Eropa, Asia, dan Afrika. Selain itu, kawasan ini juga menyumbang sekitar 5 persen dari total kedatangan wisatawan internasional dunia.