Otoritas Iran buka sayembara. Bagi yang berhasil menangkap hidup-hidup awak pesawat jet tempur AS F-15 yang jatuh di wilayah Iran akan diberi imbalan 10 miliar toman atau setara dengan Rp1 miliar.
Seperti diketahui, dua pejabat AS telah mengonfirmasi dua awak pesawat berhasil melontarkan diri saat jet tempur jatuh. Operasi pencarian hingga kini masih berlangsung, dikutip dari BBC pada Sabtu (4/4).
Pemerintah daerah setempat juga menegaskan bahwa penangkapan awak dalam keadaan hidup merupakan prioritas utama mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh gubernur Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, yang terletak di selatan Iran. Gubernur menyebutkan bahwa pencarian terhadap awak pesawat merupakan bagian penting dari respons keamanan. Di lapangan, upaya pencarian berlangsung dengan intensif dari kedua belah pihak.
Selain operasi penyelamatan yang dilakukan oleh militer AS, otoritas Iran juga dilaporkan mengerahkan aparat keamanan dan melibatkan warga sipil dalam pencarian ini. Sejumlah gambar yang diklaim sebagai puing-puing pesawat juga beredar luas di media sosial Iran, meskipun belum ada verifikasi independen terkait gambar tersebut.
Di Washington, Gedung Putih belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai insiden ini, dan saat dimintai tanggapan, pejabat hanya menyatakan bahwa Donald Trump telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.
Ketegangan Regional Meningkat
Situasi di sekitar lokasi jatuhnya pesawat juga berdampak pada operasi militer lainnya di kawasan tersebut. Laporan media menyebutkan bahwa Israel menunda rencana serangan di area pencarian, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Israel.
Sementara itu, militer AS sebelumnya membantah klaim dari Garda Revolusi Iran yang menyatakan bahwa sebuah jet tempur Amerika telah ditembak jatuh di atas Pulau Qeshm, yang terletak di kawasan strategis Selat Hormuz. Insiden ini menambah kompleksitas konflik yang tengah berlangsung dan sekaligus meningkatkan risiko bagi awak militer yang berada di wilayah musuh.
Upaya penyelamatan yang sedang berlangsung kini berpacu dengan waktu, di tengah tekanan dari operasi pencarian yang juga dilakukan oleh pihak Iran.