Meradang Trump Semprot NATO, Tak Bantu AS Hadapi Iran
Trump tengah berusaha keras mengajak sekutu maupun saingannya, China untuk mengamankan Selat Hormuz. Ia berdalih untuk stabilitas harga minyak global.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kesal, menyemprot NATO (North Atlantic Treaty Organization). Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu disebut Trump 'diam' tak membantu AS dalam perang terhadap Iran.
Hal itu diungkapkan Trump dalam unggahannya di platform Truth Social, akun pribadinya. Sekutu NATO AS telah melakukan sama sekali tidak ada untuk membantu "negara gila, yang sekarang telah hancur secara militer," yaitu Iran, kata Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis, seperti dilaporkan Anadolu.
"AS tidak membutuhkan apa pun dari NATO, tetapi 'jangan pernah lupakan' poin penting ini," kata Trump dikutip merdeka.com, Jumat (27/3).
Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir Trump aktif mendesak sekutu maupun saingannya, China untuk bersama-sama mengamankan Selat Hormuz yang kini tengah diblokade Iran. Trump beralasan hal itu menyebabkan lonjakan harga minyak global.
Sayangnya, seruan Trump tidak digubris sejumlah negara eropa. Mereka dengan tegas menyebut perang terhadap Iran dilakoni Trump tanpa berkonsultasi dengan sekutu AS.
Sebelumnya Trump Sesumbar AS Tak Butuh NATO
Trump sebelumnya menegaskan kembali bahwa AS tidak membutuhkan NATO, menyebut sikap aliansi itu sebagai "kesalahan yang sangat bodoh." Dia mengatakan saat ini dia tidak berencana untuk menarik diri dari aliansi tersebut tetapi menyarankan itu adalah pilihan yang patut dipertimbangkan.
Hubungan Trump-NATO
Trump telah lama mencela NATO, dan selama masa jabatan pertamanya — menurut beberapa laporan Gedung Putih — ia secara terbuka mempertimbangkan untuk menarik diri dari aliansi Barat pascaperang tersebut.